Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Keanehan Muncul di Jalur Pendakian Keramat, Sosok Besar Mengoyak Tenda dari Luar

Saestu Saget • Kamis, 10 April 2025 | 00:52 WIB
Cerita misteri jalur pendakian keramat Gunung Lawu part 4.
Cerita misteri jalur pendakian keramat Gunung Lawu part 4.

Jawa Pos Radar Lawu - Burung Jalak Lawu kembali berkicau, suaranya nyaring memecah sunyinya jalur pendakian Gunung Lawu. 

Alya mengangkat wajahnya, menajamkan pendengaran. Entah hanya Alya atau yang lain juga, tapi rasanya burung itu berkicau lebih sering.

Tiba-tiba, dari dalam kegelapan terdengar suara langkah.

‘Kresek… Kresek…’

Mereka berempat serempak terdiam.

Sarah menelan ludah, melirik Reno dan Dika. "Kalian denger nggak?"

Reno mengangguk.

Dika menajamkan pandangan ke arah sumber suara. Samar-samar, ada sesuatu yang bergerak di antara pepohonan.

"Kayaknya ada orang," ujar Dika berbisik.

Namun, belum sempat mereka memastikan, langkahnya mendadak hilang.

Hening.

Alya menggenggam cup mie di tangannya lebih erat. Jantungnya berpacu cepat bukan karena lelah.

Gangguan mulai datang, sekeras apa Alya menyangkal, ia tahu persis apa penyebabnya.

Ia hanya tak berani bilang. Sudah sampai pos 3, cuma kurang 2 pos lagi Alya berhasil menyelesaikan pendakian pertamanya. 

"Lo kenapa, Al?" Sarah memalingkan wajah dari api unggun menatap Alya. "Dari tadi diem aja, lesu banget. Nggak kayak pas baru berangkat."

Sekilas Sarah merasa sungkan. Karena ada dirinyalah—perempuan lain dalam rombongan—Alya mau berangkat. 

Secara tak langsung Sarah bertanggung jawab terhadap keselamatan Alya.

Alya mengangkat kedua bahu sesantai munkin. "Nggak tahu deh. Mungkin gue cuma kecapekan. Belum biasa sama udara gunung." 

Dika menatapnya serius. "Lo yakin mampu lanjut? Kalau nggak, nggak papa turun, Al. Nggak usah dipaksa daripada sakit."

Alya menahan napas. Gangguan-gangguan makin nyata. 

Suara ramai berbisik, kicau burung yang meraung, serta bayangan hitam yang sedari tadi berkelebatan.

"Apasih, Dika! Gue beneran nggak apa-apa, loh. Hahaha..." tegas Alya disusul tawa yang dipaksakan.

Malam semakin larut, udara semakin menggigit. Setelah mengobrol sebentar, mereka sepakat untuk masuk ke dalam tenda dan beristirahat.

Alya berbaring. Lama ia coba memejam tapi alam mimpi tak jua menjemputnya.

Rina di sebelahnya sudah tertidur, napasnya teratur.

Dari tenda sebelah, samar-samar terdengar dengkuran pelan Dika bersalipan dengan dengkuran Reno.

Dalam pejam Alya terjaga sendirian. 

Di tengah hutan, jauh dari manusia lain.

‘Kreettt.... kreetttt....’

Mata Alya terbelalak. 

Ia melihat dengan jelas, tendanya digaruk-garuk dari luar. (bersambung)

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #keramat #jalur pendakian