Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalak Lawu, Mata yang Mengawasi Part 11

Saestu Saget • Senin, 7 April 2025 | 20:20 WIB

Cerita misteri jalak lawu, penunggu dan penjaga Gunung Lawu.
Cerita misteri jalak lawu, penunggu dan penjaga Gunung Lawu.

Batu besar dan mentimun liar. Gunung Lawu kini penjara bagi Sarman dan Jarwo, serta burung jalak lawu menyerupa cerita misteri penjaganya. 

Jawa Pos Radar Lawu - Layaknya tahanan yang dikurung, tak ada yang bisa mereka berdua lakukan selain merenungi nasib.

“Minum, Man.” Jarwo mengoper botol air. 

Sarman mengangguk. Hanya meminum sedikit meski tenggorokannya memberontak protes.

Mereka belum tahu kapan bantuan datang. 

Asap putih pekat membumbung dari bibir Jarwo. Sebatang rokok untuk berdua, bukan karena persediaan menipis tapi tanda perdamaian.

“Kamu belum pernah kesasar di hutan, Wo?”

Berdebat saat tersesat di Gunung Lawu tak akan menyelesaikan apapun. “Gara-gara burung jalak sialan.” Jarwo meringis, lantas menggeleng menjawab pertanyaan Sarman.

“Habis ini.” Sarman mengangkat batang rokoknya. “Kita putar balik.”

Jarwo menganguk setuju. “Ide bagus. Minimal kita bisa ketemu jalur pendakian, Man.”

Sarman merogoh saku, berharap ada sinyal mampir di ponselnya. 

Nihil. Tak ada apa-apa. 

Hanya ada gambar putrinya yang masih balita.

Alasan Sarman harus bisa pulang. Harus bisa tetap hidup.

“Jalan?”

Jarwo menarik napas panjang. “Yuk.”

Rasanya beda, jalur baru padahal mereka putar balik melewati jalan sebelumnya.

Jalan mendaki ke atas, memberatkan langkah kaki mereka. Berjalan sambil terus memanjatkan doa berharap ada keajaiban di depan sana menunggu.

Kurang lebih setelah dua jam berjalan. 

‘Kriuuukkk....’

Perut Jarwo berbunyi, keheningan hutan membuat Sarman bisa mendengarnya.

Namun tak ada yang bisa mereka lakukan selain terus berjalan. 

Sampai cukup lama kemudian.

“Tunggu!” Sarman menahan tubuh Jarwo. Matanya menangkap sesuatu. 

Di ceruk rendah yang dipenuhi belukar Sarman menemukan timun liar. 

Pohon beringin besar memayungi mereka. Sarman telaten mengupas timun, jaga-jaga getahnya agar tak membuat perut mereka sakit. 

“Matahari udah semakin ke barat, Man. Sebentar lagi sorop.” Nada bicara Jarwo penuh keputus asaan. 

“Kayaknya kita nggak bakal bisa keluar sebelum malem. Gimana caranya bertahan tanpa bekal, Man?” (bersambung)

 

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #jalak lawu