Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalak Lawu, Mata yang Mengawasi Part 1

Saestu Saget • Minggu, 6 April 2025 | 00:28 WIB

Cerita misteri Jalak Lawu di Gunung Lawu.
Cerita misteri Jalak Lawu di Gunung Lawu.

CERITA misteri menjadi bagian tak terpisahkan dari Gunung Lawu. Jalak Lawu dipercaya sebagai salah satu penunggu, sakral oleh masyarakat hingga kini 

Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu seperti bukan cuma sekadar gunung. Ia bak gedung raksasa yang berdiri kokoh di antara atap langit dan karpet bumi. 

Rasanya hampir semua setuju, setiap orang yang melangkah masuk ke dalam gunung lawu, telah masuk dalam pengawasan yang tak terlihat. 

Dan semakin ke atas, pengawasan mereka terasa semakin ketat.

Banyak orang percaya bahwa di Gunung Lawu meski berangkan sendirian, tidak ada yang benar-benar seorang diri. 

Ada sesuatu yang selalu mengawasi mereka. Mata atau entitas yang melihat semua gerak-gerik mereka bahkan di tempat yang paling tersembunyi.

Bulu kuduk yang meremang, kabut yang turun menyelimuti, suara hewan liar di antara sunyi jadi ucapan khas selamat datang. Namun sekaligus peringatan hati-hati. 

Cerita yang bukan hanya isapan jempol semata.

Satu yang paling sering dibicarakan setelah turun adalah munculnya burung Jalak Lawu. Tidak diundang, tidak diantar, tapi selalu mengawasi.

Banyak orang percaya, ia bukan burung biasa. Mereka adalah penjaga.

Kedatangannya mirip CCTV gedung yang akan memantau sejauh kita pergi. 

“Gunung adalah tempat keramat. Jika ingin pulang selamat perhatikan tingkah lakumu. Hargai masyarakat adat, hormati semua yang bermukim di dalamnya baik manusia, flora maupun fauna. Mereka selalu mengawasi kita.”

Malam masih jauh, matahari masih tinggi. Pukul 10 siang seorang pria berdiri di bawah pohon pinus. 

Dingin udara kawasan Cemoro Sewu memaksanya merapatkan jaket. Suara kemeratak keluar dari senapan angin yang melingkar di pundaknya.

Wajahnya menengadah langit, rimbun dedaunan pohon-pohon besar yang membayangi, suara hewan yang terdengar dari jauh,  mengubah cerahnya siang jadi terasa mendebarkan.

Tiba-tiba terdengar suara kepakan sayap persis di atas kepalanya. Ia merunduk menghindar cepat, “hanya seekor burung,” ucapnya pada sebatang rokok di apitan tangannya.

Meski debar jantungnya tidak bisa dikelabui. Bohong kalau ia tidak merinding.

Burung hitam itu tidak pergi. Bertengger di dahan pohon terdekat, diam menatapnya. 

Ia tersenyum kecil, mengabaikan. “Cuma burung.”

Tanpa sadar, ini hanya awal dari sesuatu yang tidak akan ia lupakan. (bersambung)

Editor : Nur Wachid
#misteri #gunung lawu #jalak lawu #Cerita