JAWA POS RADAR LAWU - Ramadan belum habis. Sore hari di persimpangan-persimpangan masih banyak orang bagi-bagi takjil. Di lain sisi, cerita tentang oknum kiai di Ngawi yang melakukan tindak asusila kepada santri terus berdenging di telinga warga.
Sebagai contoh, Bani dan Lamsi. Dua warga Ngawi yang seumur hidup belum pernah puasa.
Kendati demikian, keduanya dikenal sebagai pribadi yang peka terhadap kondisi sosial. Saat gempar kabar tentang seorang kiai yang jadi tersangka tindak pidana asusila itu, keduanya aktif membicarakan.
Bani dan Lamsi siang itu minum es teh di warung kopi langganan.
Sudah dua hari belakangan mereka berdebat tentang oknum kiai bermasalah itu.
Sekarang, perdebatan serupa kembali terjadi. Bani dan Lamsi punya pendapat masing-masing terhadap seorang kiai itu.
Bani masih menaruh pikiran baik. Sementara Lamsi sebaliknya.
'Sedang apa sekarang orang munafik itu di penjara?'' gumam Lamsi.
Bani melirik sinis ke arah karibnya tersebut. Ya, keduanya merupakan teman sebaya sedari SD. Sekarang umurnya sudah kepala empat.
''Sudahlah, kau tidak perlu terus-terusan membicarakan kejelakan orang lain,'' ungkap Bani.
''Kata orang-orang, tahanan dengan kasus seperti itu akan diperlakukan lebih keji oleh tahanan lain di dalam sel. Biar tahu rasa, biar kapok!'' Lamsi terus menerocos.
''Semoga sangkaan kepada kiai itu keliru,'' ujar Bani.
''Kau masih berpikiran bahwa orang itu tidak bersalah?'' Lamsi geram.
''Seburuk-buruknya manusia adalah mereka yang memakai topeng agama untuk menutupi kelakuan bejatnya,'' lanjut Lamsi.
Bani tak langsung merespons apa yang diucapkan Lamsi. Dia cuma menatap tajam ke arah mata Lamsi.
Sejurus kemudian, kain penutup warung tersibak. Seseorang bertopi putih duduk di bangku depan Lamsi dan Bani.
Bersamaan dengan itu, Bani berkata ''Manusia tempatnya salah, kiai itu juga manusia. Kalau memang ada salah, sudah sepantasnya''.
Si pria bertopi tampaknya paham dengan tema pembicaraan yang sedang diobrolkan Lamsi dan Bani.
Yakni, tentang kasus tindak pidana asusila yang membuat gempar Ngawi itu.
''Orang itu sekarang dibawa ke Surabaya. Kasus ditangani Polda Jatim,'' ujar pria bertopi.
Personel pergunjingan di warung kopi siang itu bertambah.
Cerita tentang oknum kiai masih menjadi topik hangat di berbagi kalangan masyarakat. (*)
*Penulis bekerja di Radar Madiun