Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gincu Bening Berkilauan Macam Pasir Pantai, Cerpen Cinta Kisah Nyata: Berpisah Sekali Kehilangan Berkali Ulang, Bagian 2

Deni Kurniawan • Kamis, 20 Februari 2025 | 07:34 WIB
Ilustrasi cerpen cinta Berpisah Sekali Kehilangan Berkali Ulang bagian 2.
Ilustrasi cerpen cinta Berpisah Sekali Kehilangan Berkali Ulang bagian 2.

JAWA POS RADAR LAWU - Ini bagian 2 cerita pendek (cerpen) cinta yang diilhami kisah nyata dari kaki Gunung Lawu.

Lanjutan kisah asmara Dinaryan dengan Silla dalam Berpisah Sekali Kehilangan Berkali Ulang.

Perihal insiden three point di lapangan sekolah, itu merupakan babak awal Dinaryan jatuh hati ke Silla. Atau, sebaliknya. Begini ceritanya.

PADA jam pelajaran olahraga, Dinaryan dan Sila bersama beberapa teman lain sedang bermain basket.

Saat Dinaryan memegang bola, seorang teman berseloroh, ‘’Kalau masuk, hadiahnya Sila,’’.

Ucapan seorang teman itu bukan tanpa alasan.

Sila yang sering glendotan (semacam tingkah manja) kepada Dinaryan jadi musababnya.

Tak disangka tak dinyana, bisa dibilang ajaib, Dinaryan berhasil memasukkan bola three point.

Padahal, semasa SMP dia tidak pernah main basket. Dinaryan lebih sering voli. Saat SD, sepak bola dan kasti.

Bola memantul-mantul tepat di bawah jaring ring basket.

Dinaryan seketika menghampiri Sila bersama teman sekomplotannya. Termasuk satu orang yang berteriak Sila sebagai hadiah kalau-kalau bola yang dilempar Dinaryan masuk.

‘’Mana hadiahnya? Mana hadiahnya?’’ Dinaryan menagih kegirangan.

Sementara Sila, tersipu malu. Seolah mengiyakan dirinya dijadikan hadiah.

Semenjak saat itu, hari-hari di sekolah terasa semakin berwarna.

Dinaryan dan Silla kian dekat. Pemuda yang kala itu mulai belajar ngerokok tak henti-henti menggoda gadis yang tergolong piawai bersolek untuk seusianya itu.

Ya, saat kebanyakan gadis cenderung malu-malu saat tak sengaja bedak di wajah kelewat tebal, bibir Silla sudah berkilauan macam pasir pantai di bawah terik matahari. Dia selalu pakai gincu bening -begitu Dinaryan menyebut.

Hari demi hari berlalu. Keceriaan tahun pertama masuk SMA di kaki Gunung Lawu berangsur redup. Khususnya bagi Dinaryan.

Itu setelah dia mendengar kabar bahwa Silla ternyata sudah punya pacar.

Kendati demikian, cinta tetap saja cinta. Saat berbagi cerita menyakitkan itu pada seorang karib, dia mendapat wejangan: Janur belum melengkung, kejar sampai dapat! 

Bodohnya Dinaryan, wejangan itu membuat semangatnya terlecut. Padahal, tak mungkin ada janur melengkung di depan rumah Silla. Gadis itu keturunan Cina. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#cerpen #gunung lawu #kisah #cinta #Nyata #Cerita