Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

CERITA MISTERI | Perempuan Bahu Laweyan (7) - Merinding usai Intip Janda Mandi

Deni Kurniawan • Selasa, 15 Oktober 2024 | 02:38 WIB
Ilustrasi Perempuan Bahu Laweyan (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi Perempuan Bahu Laweyan (AI GENERATED/CHAT GPT)

GANTARI hendak mandi. Tubuhnya cuma berbalut handuk warna abu-abu. Kakinya yang panjang tampak putih. Pun, kedua bahunya.

Seguyur dua guyur air dia siramkan ke kepala. Rambut lurus yang hitam menjadi kuyup.

Sarban dan Kamto tak berkedip mengamati.

Keduanya kompak bergantian mengintip dari lubang kecil di sudut kamar mandi.

Gantari tak sadar kelakuan dua pria hidung belang itu.

Dia sibuk membersihkan badan.

Sejurus kemudian, Gantari menyibak rambut panjang yang menutupi sebagian bahunya.

Bersamaan dengan itu, tampak sebuah toh (tanda lahir) di bahu kirinya.

Tanda lahir itu berwarna hitam samar.

Bentuk dan ukurannya menyerupai daun bayam.

Gantari mulai gusar.

Dia merasa ada yang mengamatinya.

Sarban dan Kamto buru-buru pergi.

Dua pria itu kini masuk warung.

Apa yang dilihat barusan jadi pergunjingan.

Beberapa pembeli risih lalu pergi karena tabiat dua pria tersebut.

Namun, beberapa yang lain ikut nimbrung.

Turut mendengar cerita seru dari Sarban dan Kamto.

''Hati-hati dengan warga baru itu,'' kata penjual.

''Dengar-dengar, dia adalah perempuan bahu laweyan,'' lanjutnya.

''Tujuh pria yang dinikahi, mati semuanya. Ini tentang mitos, adat, tradisi, budaya, Jawa,'' si penjual tak henti nerocos.

''Perempuan seperti itu, ciri atau tandanya, punya toh di bahu. Perempuan seperti itu menyimpan banyak misteri,'' imbuhnya lagi.

Sarban dan Kamto seketika merinding dan berhenti bercerita.

Keduanya terbelalak mendengar perkataan si penjual.

Sebab, apa yang dikatakan penjual itu sama persis dengan apa yang dilihat saat mengintip janda itu. (*/bersambung)

*Penulis bekerja di Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#Adat #tanda lahir #misteri #Bahu Laweyan #Gantari #perempuan #suami #mati #janda #jawa #tradisi #budaya #Cerita