PAMAN juga pernah mengalami kejadian horor di pohon keramat di jalan tembus Cemorosewu - Sarangan.
Itu terjadi beberapa bulan lalu, saat mengantar tetangga sakit. Dari Magetan ke Solo.
Mobil yang dikemudikan paman di jalur wisata di kaki Gunung Lawu itu menunjukkan kejanggalan di seperempat perjalanan.
Tepatnya, di tikungan sekaligus tanjakan pertama di atas telaga Sarangan.
Lampu depan sebelah kanan mobil Espass warna biru yang dikemudikan paman mendadak mati. Kondisi sudah tengah malam.
Karena bukan jenis perjalanan santai, kondisi itu diabaikan begitu saja.
Aspalan di kaki Gunung Lawu dilalui dengan mengendarai mobil yang minim penerangan.
Pedal gas diinjak paman kuat-kuat.
Agar cepat sampai tujuan.
Pun, tetangga yang sakit bisa segera mendapat perawatan medis.
Alih-alih mempersingkat waktu perjalanan, Espass malah rewel saat melintasi pohon keramat.
Kendaraan itu cuma bisa jalan gigi satu.
Dalam laju kendaraan yang kelewat pelan, mata paman seketika terbelalak ke arah pohon kemarat.
Dia mendapati sosok hitam setinggi pohon yang tak bisa ditebang saat pembangunan jalan tembus Cemorosewu - Sarangan itu.
Wajah sosok yang diyakini penunggu itu menoleh perlahan mengikuti gerak kendaraan.
Matanya menyala-nyala, tanpa berkedip.
Paman tak bisa berbuat banyak.
Selain merasakan bergidik yang amat sangat.
Hal sama dengan penyebab serupa juga dilamai sejumlah kerabat tetangga sakit yang ikut mengantar di dalam mobil.
Masih di jalur wisata itu, keluhan tetangga sakit semakin keras. Beberapa kali menjerit.
Momen mistis pohon keramat di jalan tembus Cemorosewu - Sarangan yang dialami paman berakahir saat kendaraan sampai permukiman warga di Cemorosewu.
Setelah seorang warga setempat di kaki Gunung Lawu itu menyilakan mobilnya untuk mengantar tetangga sakit. (*/bersambung)
*Penulis bekerja di Radar Madiun
Editor : Deni Kurniawan