ADA banyak lagi cerita misteri pohon keramat di jalan tembus Cemorosewu - Sarangan.
Bukan cuma pengalaman beberapa pekerja proyek saat jalur wisata di kaki Gunung Lawu itu dikerjakan. Maupun, kejadian kendaraan mogok saat melintas di kawasan tersebut.
Di pohon keramat yang sudah kering dan tak berdaun itu, tak sedikit orang melihat berupa-rupa penampakan.
Dipercaya penampakan itu adalah penunggu.
Seorang teman pernah bercerita, dia melihat sosok perempuan.
Berambut panjang dengan baju serba putih.
Kejadian mistis itu dialami saat perjalanan dari Solo ke Magetan.
Dia nekat menempuh perjalanan naik dan turun Gunung Lawu itu saat malam, sendirian.
Beberapa teman berangkat lebih dulu saat siang.
Sejatinya, dia sempat waswas di awal perjalanan.
Tersebab motor yang sulit dinyalakan saat hendak berangkat.
Sebuah pertanda, hal yang tak biasa terjadi sebelum-sebelumnya.
Waswas kedua, dirasakannya saat rehat di warung kopi tepi jalan.
Di kawasan perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah.
Si penjaga warung bertanya-tanya tentang perjalanan, dari mana dan mau ke mana.
Usai basa-basi, penjaga warung menyarankan dia lewat jalur lama.
Menghindari melintasi pohon keramat.
Saran itu sempat menjadi pikiran. Namun, perjalanan tetap berlanjut setelah menghabiskan segelas kopi.
Apa yang dibilang penjaga warung benar adanya.
Penampakan perempuan berambut panjang dengan pakaian serba putih tertangkap mata. Duduk di atas pohon dengan kaki terayun-ayun.
Yang membuat tangan menarik tuas gas motor kuat-kuat, penampakan itu malambaikan tangan.
Seorang teman dengan pengalaman mistis saat melintasi pohon keramat jalan tembus Cemorosewu - Sarangan itu kini sudah tiada.
Dia meninggal sehari setelah menyampaikan cerita misteri di kaki Gunung Lawu itu.
Tepatnya, usai sadar dari koma dalam perawatan medis di rumah sakit.
Seorang teman itu mengalami kecelakaan tunggal setelah melihat penampakan di pohon keramat. (*/bersambung)
*Penulis bekerja di Radar Madiun
Editor : Deni Kurniawan