Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Lupa Baca Niat Puasa Ramadan setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Nur Wachid • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:26 WIB
Niat puasa ramadan.
Niat puasa ramadan.

Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang mendadak panik saat menyadari dirinya lupa niat puasa Ramadan setelah waktu imsak lewat.

Pertanyaannya pun sering muncul: apakah puasa tetap sah kalau niat puasa Ramadan baru dibaca setelah imsak, bahkan setelah subuh?

Dalam fikih Islam, niat bukan sekadar formalitas. Niat merupakan rukun puasa yang menentukan sah tidaknya ibadah.

Karena itu, pembahasan niat puasa Ramadan selalu jadi topik penting, terutama di awal Ramadan ketika banyak orang masih beradaptasi dengan ritme sahur dan tarawih.

Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum lupa niat puasa Ramadan setelah imsak, berdasarkan pandangan mazhab Syafi’i dan Maliki, termasuk solusi aman agar tidak terulang.

Niat Puasa Ramadan adalah Rukun yang Wajib

Dalam puasa, niat termasuk rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak berpuasa.

Berbeda dengan hal-hal sunnah yang jika tertinggal tidak membatalkan ibadah, niat termasuk unsur utama yang menentukan sah tidaknya puasa.

Secara umum, puasa terbagi menjadi:

Puasa wajib (Ramadan, qadha, nazar)

Puasa sunnah (Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Asyura, dan lainnya)

Baca Juga: Ayushita Resmi Dipersunting Gerald Situmorang, Potret Mesra Pernikahan Akhirnya Dibagikan ke Publik

Nah, tata cara niat puasa wajib berbeda dengan puasa sunnah.

Kapan Waktu Niat Puasa Ramadan? Ini Aturannya

Pada puasa wajib seperti Ramadan, qadha, dan nazar, niat harus dilakukan di malam hari sebelum terbit fajar.

Artinya, niat dilakukan sejak:

Setelah Maghrib hingga 

Sebelum masuk Subuh (sebelum fajar)

Sementara puasa sunnah lebih longgar, seseorang boleh berniat di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak pagi.

Hukum Lupa Niat Puasa Ramadan setelah Imsak Menurut Mazhab Syafi’i

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan wajib dilakukan setiap hari pada malam Ramadan.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Dari penjelasan ini, kesimpulannya:

Baca Juga: YouTube Down Global! Pengguna Indonesia Tak Bisa Akses Beranda, Muncul Pesan “Something Went Wrong”

Jika seseorang lupa niat puasa Ramadan hingga setelah imsak/subuh, maka menurut mazhab Syafi’i:

puasanya tidak sah sebagai puasa wajib Ramadan

wajib qadha di hari lain

Lalu Kalau Lupa karena Ketiduran, Tetap Tidak Sah?

Dalam mazhab Syafi’i, lupa atau ketiduran tidak otomatis menggugurkan kewajiban niat.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar seseorang membiasakan niat sejak malam hari, misalnya:

setelah shalat Isya

setelah tarawih

sebelum tidur

atau saat sahur

Karena niat cukup di hati, seseorang juga bisa meniatkan sebelum tidur walau tidak dilafalkan.

Pendapat Mazhab Maliki: Niat Cukup Sekali untuk Sebulan

Berbeda dengan mazhab Syafi’i, mazhab Maliki memiliki pendapat yang lebih longgar.

Baca Juga: Banjir Terjang 9 Kecamatan di Grobogan, Air Naik Cepat sampai Sejendela Rumah Warga

Menurut Mazhab Maliki, seseorang cukup berniat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Jadi, tidak wajib memperbarui niat setiap malam.

Pendapat ini dijelaskan dalam rujukan:

(Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)

Alasannya, puasa Ramadan dianggap satu kesatuan ibadah selama sebulan.

Jadi, Kalau Lupa Niat Setelah Imsak, Puasa Sah atau Tidak?

Jawabannya tergantung pendapat yang diikuti.

Namun dalam praktiknya di Indonesia (yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i), panduan amannya adalah:

Jika lupa niat puasa Ramadan sampai setelah subuh, maka puasa tidak sah menurut Syafi’i dan wajib qadha.

Tetapi sebagai bentuk kehati-hatian, sebagian ulama membolehkan mengikuti pendapat mazhab Maliki, yakni niat sebulan penuh pada malam pertama Ramadan.

Karena itu, solusi paling aman adalah:

tetap niat tiap malam (mengikuti Syafi’i)

plus niat sebulan penuh di malam pertama Ramadan (mengikuti Maliki sebagai antisipasi lupa)

Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian

Berikut bacaan niat puasa Ramadan untuk esok hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Sebulan Penuh (Pendapat Maliki)

Jika ingin lebih aman, bisa juga membaca niat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

Kapan Waktu Terbaik Membaca Niat agar Tidak Lupa?

Agar tidak kejadian lupa niat setelah imsak, berikut kebiasaan yang paling sering dilakukan:

Membaca niat setelah tarawih

Membaca niat sebelum tidur

Membaca niat saat bangun sahur

Menanamkan niat di hati sejak malam (meski tanpa lafaz)

Catatan penting:

Niat tidak wajib dilafalkan, yang terpenting adalah niat di dalam hati. Namun melafalkan niat bisa membantu agar lebih yakin dan tidak lupa.

Agar tidak bingung saat Ramadan, ini panduan ringkasnya:

Biasakan niat setiap malam (mazhab Syafi’i)

Di malam pertama Ramadan, boleh tambah niat sebulan penuh (mazhab Maliki)

Jika benar-benar lupa niat sampai subuh, mayoritas ulama Syafi’i menyatakan wajib qadha

 

Editor : Nur Wachid
#arti #puasa sah #doa #imsak #Niat Puasa Ramadan #bacaan #Lupa niat puasa