
Jawa Pos Radar Lawu - Perayaan kelulusan tak selalu identik dengan konvoi kendaraan dan corat-coret seragam.
Hal berbeda justru ditunjukkan oleh para siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang memilih merayakan kelulusan dengan cara lebih bermakna.
Sebanyak 288 siswa kelas XII menggelar aksi longmarch sejauh 3,7 kilometer dari lingkungan sekolah menuju Tugu Pal Putih, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol syukur sekaligus kritik terhadap tradisi kelulusan yang kerap meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Viral! Dugaan Kecurangan Juri LCC 4 Pilar MPR 2026, Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak Diperdebatkan
Longmarch Jadi Alternatif Perayaan Kelulusan
Sebelum memulai perjalanan, para siswa terlebih dahulu mengikuti prosesi pengukuhan dan pelepasan di sekolah.
Setelah resmi dikembalikan kepada orang tua, mereka berjalan kaki bersama menuju pusat Kota Yogyakarta.
Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk alternatif dari perayaan kelulusan yang lebih tertib dan positif.
Tradisi ini juga menjadi respons atas fenomena konvoi kendaraan bermotor yang sering memicu kemacetan hingga pelanggaran lalu lintas.
Wakil Kepala Urusan Humas De Britto, Christophorus Danang Wahyu Prasetio, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
“Awalnya karena banyak perayaan kelulusan yang diwarnai corat-coret dan konvoi yang mengganggu masyarakat.
Maka sekolah mencoba cara lain yang lebih positif,” jelasnya.
