Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Buku, Penulis Lokal dan Hari Jadi Bangka Selatan

Redaksi • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:44 WIB
Rusmin Sopian bersama penulis Bangka Selatan.
Rusmin Sopian bersama penulis Bangka Selatan.

Oleh : Rusmin Sopian (Penulis yang tinggal di Toboali)

LITERASI dinilai tidak hanya berkaitan dengan minat baca dan tulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing.

“Ini adalah bentuk pengakuan terhadap kerja intelektual penulis lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa Bangka Selatan memiliki potensi literasi yang tidak kalah dengan daerah lain,”

Pernyataan Rapi Pradipta Koordinator peluncuran buku Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan tahun 2026 ini mengisyaratkan peran buku sebagai bagian pembangunan daerah dan bangsa.

Buku adalah jendela dunia yang memungkinkan kita melihat dan memahami berbagai aspek kehidupan.

Buku memegang peranan penting dalam perkembangan pengetahuan dan kecerdasan manusia.

Buku bukan hanya menyimpan informasi, tetapi juga menjadi penghubung antar-generasi, menyampaikan ide, nilai, dan pengetahuan dari satu zaman ke zaman lainnya. Inilah yang menjadikan buku sebagai warisan berharga yang selalu layak untuk dirayakan dengan gembira dan dilestarikan.

Buku adalah ruang di mana kegiatan membaca dan menulis berdialektika. Buku adalah manifestasi kebudayaan tertinggi manusia karena di sanalah aksara dan tanda berkumpul membangun gagasan. Buku laksana jembatan di antara makhluk pemikir bernama manusia berdiskursus.

Buku bukan sekadar bacaan atau media untuk dibaca. Buku juga bukan sekadar kumpulan kertas yang disusun hingga berhalaman banyaknya.

Buku adalah wahana di mana pemikiran dituangkan, di mana gagasan diabadikan serta di mana rasa ditumpahkan. Buku adalah storage pemikiran dan gagasan bagi penulis sekaligus wahana di mana pembaca bisa mengaksesnya.

Apalagi sebagaimana kita pahami salah satu misi fundamental didirikannya negara ini ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mencerdaskan akal budi warga negara Republik Indonesia agar dalam kapasitasnya sebagai bangsa, mampu menunjukkan diri, mampu berperan aktif, dan mampu menjadi relevan dalam interaksi dan dialektika kehidupan warga dunia.

Tentunya apa yang dilakukan para penulis buku dari Bangka Selatan dengan memberikan kado Hari Jadi umtuk Kabupaten Bangka Selatan berupa buku bukti bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi bagian elemen penting dalam pembangunan daerah ini sehingga mengutip Rapi penulis buku " Lawang Uma " , literasi menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing.

Dan yang menarik beberapa buku sebagai Kado Hari Jadi itu adalah karya pelajar dari Negeri Junjung Behaoh ini. Para pewaris daerah dan bangsa ini.

Sebut saja Aridho dan Rafel Aditya pelajar SMPN 2 Toboali dengan buku Ikan Hemilang Sakti. Lalu ada Fiora Villela dkk dari SMAN 1 Toboali dengan Antologi Cerita Pendek Berani Bermimpi. Berikutnya buku Naomi Kania Dealova dkk dengan Kumpulan Cerita Pendek Bidadari Kehidupan yang dieditori Guru Budayawan Ahmad Gusairi.

Buku adalah jendela untuk memahami dunia, cermin untuk merefleksikan identitas kolektif sebagai sebuah bangsa, sekaligus sebagai pembuka mata pikiran dan mata hati.

Pada akhirnya buku dan literasi memegang peranan sentral sebagai medium utama dalam transmisi pengetahuan, pembentukan wacana, dan pada akhirnya pembangunan jati diri kita sebagai warga bangsa.

23 buku dari penulis lokal Bangka Selatan untuk Kado Hari Jadi bukti nyata dan komitmen dari para penulis Bangka Selatan untuk ikut berkontribusi membangun daerahnya.

Selamat Hari Jadi Bangka Selatan ke-23. Ayo menulis.


BIODATA SINGKAT PENULIS:

Rusmin Sopian adalah penulis yang tinggal di Toboali Bangka Selatan.

Editor : Nur Wachid
#Toboali #Rusmin Sopian #Penulis Lokal #bangka selatan #hari jadi bangka selatan #opini