Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Bulking" dan "Cutting" di Dunia Gym

R
Penulis: Redaksi❯
Foto Ilustrasi.
Foto Ilustrasi.

Advertisement

"Bulking" dan "Cutting" di Dunia Gym

Oleh" Ainur Rofiq, Fatimatus Zahroh, Dr Nensy Simanjuntak, MPd *)

DALAM komunitas olahraga fitness atau yang sering kita kenal dengan istilah gym, sering mendengar istilah "bulking" dan "cutting". Istilah tersebut sering muncul tidak hanya di komunitas gym, tetapi industri fitness.

Advertisement

"Bulking" adalah fase meningkatkan massa otot dengan surplus kalori dan latihan beban berat, sedangkan "cutting" adalah fase memangkas lemak tubuh melalui defisit kalori sambil mempertahankan otot. Keduanya adalah siklus pembentukan tubuh untuk mencapai proporsi otot yang maksimal dan kadar lemak rendah.

Dengan berkembangnya teknologi, para komunitas gym dan industri fitness lebih sering terdengar dan ramainya promosi, baik konten di media sosial seperti TikTok, instagram dan lain-lain. Di zaman digital ini istilah bulking dan cutting tak luput dari tren media sosial, khususnya yang paling viral dan ramai, yaitu aplikasi TikTok. Lewat media ini, anggota komunitas gym sering kali live, workout dan berbagi ilmu latihan membentuk otot melalui media live TikTok.

Advertisement

Istilah "bulking" dan "cutting" dalam pandangan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough melihat wacana tersebut dalam 3 dimensi, yaitu dimensi teks, praktik diskursif dan praktik sosial.

Dimensi teks berfolus pada bahasa yang digunakan, yaitu "bulking" sering diasosiasikan dengan besar, masif dan naik, sedangkan "cutting" sering diasosiasikan dengan lean, kering dan shredded. 

Praktik diskursif adalah bagaimana istilah itu dipakai di gym, media sosial, dan komunitas fitness. Dalam praktik sosial, istilah "bulking" dan "cutting", kaitannya dengan industri fitness, standar tubuh ideal, dan kapitalisme.

Dalam struktur sosial yang lebih luas, baik dari segi seseorang yang dalam anggota komunitas maupun orang yang memiliki program gym, istilah bulking dan cutting menjadi seperti suplemen, meal plan. Program cutting dan bulking dijual, baik dari merk yang terkenal sampai dengan yang harganya ekonomis, dengan sejumlah contoh merk.

Standar tubuh ideal, tubuh berotot dan lean menjadi simbol sukses dan disiplin. Kapitalisme atau relasi kuasa, yakni trainer atau pemengaruh memiliki otoritas menentukan "cara yang benar". Jadi istilah "bulking" dan "cutting" bisa dianalisis sebagai konstruksi tubuh ideal (berotot, lean), yang kemudian menjadi bagian dari ideologi fitness dan konsumsi (suplemen, program diet, dan lain-lain).

Advertisement
Editor : Nur Wachid

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer