Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Teknik Musikal Pelengkung Literacy Camp

Nur Imaniyah Purnama • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:56 WIB
Dokumentasi Super Camp
Dokumentasi Super Camp

Jawa Pos Radar Lawu - Sepuluh siswa-siswi hanyut dalam iringan musik Mozart, asyik menuliskan sesuatu dalam hitungan puluhan menit. Sutejo memberikan sugesti motivasi lewat relaksasi. 

"Bayangkan, cahaya kuning keemasan, jatuh, merasuk di kepala, turun ke leher, dada, perut, paha, serta ujung-ujung jari tangan dan kaki.

Bayangkan ia ada darah motivasi yang mengalir jadi nadi kehidupan Anda!" ucapnya pelan dan menyentuh dalam. 

Peserta Literacy Camp sambil menuliskan suasana dan peristiwa yang terlintas dalam imajinasi yang berbeda-beda. 

"Kuatkan cerpen-cerpen kalian dengan kelima imaji. Imaji visual, pendengaran, pencecapan, gerak, dan penciuman.

Di samping kekuatan aspek cerita lainnya." tutur Sutejo dengan memberikan suara yang menekan. 

Di rumah buku Sutejo Spectrum Center (SSC), ruang pelatihan yang dikelilingi dengan rak buku, peserta Literacy Camp, begitu hanyut berlatih hingga larut malam.

"Anak separuh lebih terus menulis hingga pukul 03.00 dini hari," ungkap Kayla Azizah, siswi kelas XI FI SMK PIM Malang. 

Diana Muhayanti, si guru pembimbing pun terkejut dengan etos berlatih siswa-siswinya. "Ada yang fantasi, kriminal, sosial, keluarga, dan romans remaja.

Mereka dapat induksi praktis yang mudah diikuti.

Teknik rangkai peristiwa." katanya penuh antusiasme di sela-sela para siswanya yang menulis. 

Gendis Permata Dewi, siswi kelas XI TKI B misalnya menulis cerpen detektif berjudul "Bayangan Hitam Partner Kerja”. Sebuah cerita yang menarik. 

Dokumentasi Super Camp
Dokumentasi Super Camp

Berkisah tentang detektif bayaran yang bertugas menyelidiki berbagai kasus besar.

Mereka dihadapkan pada rahasia kematian misterius, yang sudah sebulan lebih tidak terpecahkan.

Korban terbunuh, kemudian terindikasi pembunuhnya ada hubungannya dengan salah satu anggota detektif. 

Celakanya, kasus yang nyaris buntu, ternyata ada indikasi kuat kecurigaan baru, ternyata ada keterlibatan atasannya.

Kapten detektif bingung, abab, Arini, sebagai anggota detektif menemukan bukti-bukti yang mengarah pada atasannya. 

Hingga paranormal paling terkenal di kota, jadi tempat bantu untuk memecahkan misteri pembunuhan.

Detektif Arini pun terkejut, ciri-ciri pembunuh yang diisyaratkan paranormal pun mengarah pada atasannya, yang diajak menemui paranormal. 

Dalam perjalanan pulang, si Arini dan Kapten detektif dilipat emosi liar, berkecamuk, berputar-putar di kepala masing-masing.

Sepanjang perjalanan pulang ke kantonya, keduanya diam sepanjang perjalanan, dilindas saling sangka yang juga saling menerkam. Cerpen berakhir.

Sutejo, sebagai pendamping berkomentar, "Anak-anak lumayan liar imajinasinya.

Ada cerpen fantasi magis tentang Dewa Laut yang setiap tahun minta persembahan. Melingkar-lingkar jadi cerita mistik mendebarkan.

Meski tokohnya minim, bangunan narasi dan kemasan ceritanya terasa asyik dan menggoda jiwa."

Hingga hari ketiga Camp, sepuluh siswa-siswi tetap semangat menyempurnakan cerpen-cerpen mereka. Apalagi semua peserta dapat bonus buku "Menulis Kreatif" yang dinantikannya.

"Buku kejutan yang tak terduga. Buku panduan praktis yang menggugah." pengakuan Saniya Azka M dengan ceria. (*)

Editor : Riana M.
#rumah buku Sutejo #Menulis Cerpen #musik #Kegiatan Menulis #ssc #motivasi #Sutejo Spectrum Center