Mata Air Belanda di Maluku yang Jadi Tempat Peristirahatan Tentara Belanda

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Source: Indonesia Kaya
Source: Indonesia Kaya

Jawa Pos Radar Lawu - Di pesisir Pulau Seram, Maluku Tengah, ada sebuah tempat yang punya perpaduan alam dan cerita sejarah yang menarik. Namanya Mata Air Belanda, sebuah mata air tawar yang mengalir dari kawasan hutan hingga bertemu langsung dengan air laut.

Dari Mana Nama Mata Air Belanda?

Nama tersebut tidak muncul begitu saja. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat ini dahulu sering didatangi oleh serdadu Belanda ketika mereka berada di wilayah Seram. Mata airnya yang dingin, jernih, dan tawar dimanfaatkan untuk mandi sekaligus melepas lelah setelah beraktivitas. Kebiasaan tersebut kemudian membuat masyarakat mengenalnya sebagai Air Belanda atau Mata Air Belanda.

Menariknya, nama Mata Air Belanda sebenarnya bukan nama asli tempat ini. Salah satu sumber menyebut nama lokalnya adalah Mata Air Hatu Lohun. Dalam bahasa setempat, hatu berarti batu dan lohun berarti di bawah, sehingga merujuk pada mata air yang keluar dari bawah batu.

Baca Juga: Jomblo Wajib Tahu Danau Ninivala Punya Mitos Bisa Mendatangkan Jodoh

Baca Juga: Nama Pulau Seram Belum Tentu Sesuai Namanya Inilah Asal Usul Pulau Seram

Air Tawar Bertemu Air Laut

Hal yang paling unik dari tempat ini adalah lokasinya yang berada sangat dekat dengan laut. Aliran air tawar dari dalam hutan mengalir menuju pantai dan akhirnya bertemu dengan air laut yang asin.

Pertemuan keduanya menciptakan pengalaman yang cukup unik. Air dari mata air terasa dingin dan tawar, sementara air laut di sekitarnya lebih hangat dan asin. Fenomena percampuran air tawar dan air laut inilah yang menjadi salah satu daya tarik Mata Air Belanda.

Dikelilingi Hutan dan Laut

Mata Air Belanda berada di kawasan Pantai Air Belanda, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, tidak jauh dari kawasan Teluk Saleman dan Pantai Ora. Di satu sisi terdapat hutan serta tebing pegunungan Pulau Seram, sementara di sisi lainnya langsung menghadap Laut Seram.

Karena suasananya masih alami dan jauh dari keramaian kota, tempat ini cocok untuk menikmati alam sambil merasakan sisi sejarah yang masih melekat pada kawasan tersebut.

Jadi, Mata Air Belanda bukan hanya tentang air tawar yang bertemu air laut. Di balik alirannya yang tenang, tersimpan cerita tentang bagaimana sebuah tempat alami di Pulau Seram pernah menjadi tempat mandi dan beristirahat para serdadu Belanda, hingga namanya terus dikenal sampai sekarang.

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Indonesia Kaya, atourin.com, LautSehat.ID
mata air belanda sejarah wisata maluku