Jawa Pos Radar Lawu - Kabupaten Kebumen tidak hanya dikenal dengan wisata alamnya yang memesona, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah yang menarik untuk dieksplorasi. Salah satu destinasi sejarah yang kini banyak dibicarakan adalah Benteng Van der Wijk, sebuah bangunan peninggalan Belanda yang kini menjadi tempat wisata sejarah populer. Menyusuri benteng ini, pengunjung diajak kembali ke masa lampau sambil menikmati arsitektur dan cerita sejarah yang menawan.
Benteng Van der Wijk terletak di kawasan selatan Kebumen, dikelilingi oleh perbukitan hijau dan akses yang mudah dijangkau dari pusat kota. Lokasi ini ideal bagi pecinta sejarah, fotografi, maupun wisata edukatif bersama keluarga. Popularitasnya semakin meningkat sejak konten-konten sejarah dan foto-foto bangunan klasik dibagikan di media sosial, membuat benteng ini menjadi salah satu hidden gem Kebumen yang patut dikunjungi.
Sejarah Benteng Van der Wijk
Benteng ini dibangun pada era kolonial Belanda pada awal abad ke-20 sebagai pos pertahanan militer. Nama “Van der Wijk” diambil dari nama seorang pejabat Belanda yang bertanggung jawab atas pembangunan benteng tersebut. Pada masa itu, benteng ini berfungsi sebagai pusat pengawasan wilayah strategis di pesisir selatan Jawa Tengah.
Arsitektur benteng menonjolkan gaya kolonial Belanda dengan struktur tembok tebal, gerbang megah, dan parit yang mengelilingi area utama. Bangunan ini juga dilengkapi dengan pos jaga, ruang senjata, serta lorong-lorong bawah tanah yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak sejarahwan maupun pelajar yang datang untuk menelusuri jalur lorong dan belajar tentang peran benteng dalam sejarah kolonial Indonesia.
Pesona Arsitektur dan Spot Fotogenik
Selain nilai sejarahnya, Benteng Van der Wijk juga memikat wisatawan dengan arsitekturnya yang unik. Tembok bata merah, gerbang klasik, dan menara pengawas menjadi spot foto yang instagramable. Banyak pengunjung muda yang datang hanya untuk mengabadikan suasana klasik benteng sambil bermain dengan cahaya matahari pagi atau sore.
Lorong-lorong bawah tanah yang gelap dan sempit menambah kesan misterius sekaligus edukatif. Setiap sudut benteng memancarkan aura sejarah yang kental, sehingga pengalaman berkunjung tidak hanya tentang melihat bangunan, tetapi juga merasakan suasana masa lampau yang autentik.
Wisata Edukasi yang Ramai Dikunjungi
Benteng Van der Wijk kini menjadi destinasi edukatif yang banyak dikunjungi sekolah dan komunitas sejarah. Pemandu wisata lokal biasanya menceritakan sejarah benteng, strategi pertahanan, dan kisah para tentara Belanda yang pernah bertugas di sini. Aktivitas ini tidak hanya menambah wawasan sejarah pengunjung, tetapi juga membuat perjalanan lebih hidup dan interaktif.
Selain itu, beberapa area benteng digunakan untuk workshop dan pameran mini tentang sejarah Kebumen. Pengunjung dapat melihat koleksi foto lama, replika senjata, hingga dokumen sejarah yang memperkuat nilai edukatif destinasi ini.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik untuk menikmati Benteng Van der Wijk adalah pada pagi hari atau sore hari. Saat pagi, udara masih sejuk dan cahaya matahari yang lembut membuat bangunan terlihat lebih dramatis, ideal untuk fotografi. Sore hari menawarkan pemandangan matahari terbenam di balik perbukitan, menambah kesan magis bagi pengunjung.
Selain itu, menghindari akhir pekan atau hari libur nasional bisa membuat pengalaman lebih nyaman karena pengunjung tidak terlalu ramai.
Destinasi Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kebumen
Benteng Van der Wijk bukan sekadar bangunan tua. Ia menyimpan sejarah penting, arsitektur klasik yang memukau, dan pengalaman edukatif yang menarik. Destinasi ini cocok untuk wisata keluarga, pelajar, maupun traveler yang ingin menelusuri jejak masa lalu sambil menikmati suasana tenang di Kebumen.
Bagi penggemar sejarah dan fotografi, Benteng Van der Wijk adalah tempat wajib dikunjungi, baik untuk belajar, berfoto, maupun sekadar menikmati pesona klasik peninggalan kolonial. Sebuah hidden gem di Kebumen yang patut masuk dalam daftar liburan edukatif Anda.(ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid