Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Maksa Liburan Tapi Dompet Gak Bisa di Paksain ? Yuk Ikuti Itinerary 2 Hari 1 Malam di Yogyakarta, di Jamin Gak Bikin Dompet Kamu Makin Tipis.

Nur Wachid • Rabu, 12 November 2025 | 23:30 WIB
JL. Malioboro jogja, daerah istimewa yang selalu dipadati wisatawan setiap harinya.
JL. Malioboro jogja, daerah istimewa yang selalu dipadati wisatawan setiap harinya.

Jawa Pos Radar Lawu – Pengen banget liburan ke Jogja, tapi masih khawatir bikin dompet jadi tambah tipis?. Yuk ikuti terus ”itinerary 2 hari 1 malam di kota yogyakarta” tips cocok buat kamu yang lagi hemat dan dompet lagi tipis-tipisnya.

Kota yang istimewa ini selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta, bahkan hanya dalam waktu singkat. Tak heran jika Yogyakarta kerap menjadi destinasi favorit untuk liburan akhir pekan singkat.

Meski kamu hanya punya waktu 2 hari 1 malam, kamu tetap bisa menikmati keindahan budaya, kuliner, dan panorama alamnya dengan biaya yang bersahabat. Berikut itinerary hemat yang bisa kamu ikuti untuk menjelajahi Yogyakarta dengan penuh kesan dan bermakna.

Hari Pertama: Menyusuri Jejak Budaya, Menikmati Senja, dan Menutup Malam di Angkringan

Taman Sari Water Castle, wisata yang konon bekas Pemandian para sultan pada masanya,
Taman Sari Water Castle, wisata yang konon bekas Pemandian para sultan pada masanya,

06.00 -15.00

Pagi di Yogyakarta selalu punya cerita. Sekitar pukul 06.00, aroma manis gudeg mulai memenuhi udara. Bagi wisatawan, sarapan di Gudeg Yu Djum Wijilan menjadi awal yang sempurna. Dengan harga sekitar Rp25.000, sepiring nasi gudeg lengkap dengan krecek dan telur sudah cukup untuk mengisi energi sebelum menjelajah kota.

Sekitar pukul 08.00, perjalanan dilanjutkan menuju Keraton Yogyakarta, pusat kebudayaan Jawa yang masih berdiri tegak di tengah kota. Wisatawan bisa melihat langsung koleksi benda pusaka, pakaian kerajaan, hingga aktivitas abdi dalem yang tetap menjaga tradisi. Tiket masuknya pun sangat ramah, hanya Rp10.000.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.45, wisatawan bisa beralih ke Taman Sari Water Castle, bekas taman pemandian keluarga Sultan. Bangunan bercorak arsitektur Eropa-Jawa ini kini menjadi spot favorit pemburu foto Instagramable.

Setelah puas menjelajahi situs bersejarah, saatnya makan siang di Warung Handayani sekitar pukul 12.15. Menu ayam goreng kampung dan sayur lodeh menjadi pelengkap rasa khas Jawa yang sederhana tapi nikmat.

Sore hari, sekitar pukul 14.00 – 15.30, waktu paling tepat untuk bersantai di Alun-Alun Kidul. Wisatawan bisa mencoba sensasi berjalan di antara dua pohon beringin kembar yang terkenal dengan mitos keberuntungan, atau naik becak lampu warna-warni seharga Rp20.000.

Senja di Malioboro yang Selalu Dirindukan

16.00 – 18.30

Menjelang petang, Jalan Malioboro menjadi magnet bagi wisatawan. Deretan pedagang batik, musisi jalanan, dan aroma bakpia yang baru matang membuat suasana terasa hidup.
“Kalau sore di Malioboro itu istimewa. Ramai, tapi tetap ada rasa damai yang bikin nyaman,” ujar Rika (27), wisatawan asal Bandung, saat ditemui sambil berbelanja oleh-oleh.

Hangatnya Malam di Angkringan Kopi Jos Lik Man

19.00 – 21.00

Ketika malam tiba, arahkan langkah ke Angkringan Kopi Jos Lik Man, tak jauh dari Stasiun Tugu. Di bawah lampu jalan yang redup, wisatawan duduk lesehan menikmati nasi kucing, sate usus, dan kopi jos — kopi panas dengan arang membara di dalamnya.

“Harganya murah banget, tapi suasananya priceless. Ini baru namanya Yogyakarta,” kata Yudha (30), wisatawan asal Surabaya.

Setelah kenyang, wisatawan bisa beristirahat di penginapan hemat sekitar Malioboro. Pilihan populer antara lain Edu Hostel Yogyakarta (Rp120.000/malam) atau The Capsule Malioboro (Rp100.000/malam).

Hari Kedua: Menyapa Alam dan Spot Instagramable dari Ketinggian

HaHe Sky View, destinasi wisata kekinian dengan panorama langit indah jogja.
HaHe Sky View, destinasi wisata kekinian dengan panorama langit indah jogja.

06.00 - 16.30

Pagi hari dimulai sekitar 06.00 dengan sarapan sederhana di penginapan. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Candi Prambanan pukul 07.15. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini selalu memukau dengan keindahan relief dan kisah Ramayana yang terpahat di batu.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.30, wisatawan bisa makan siang di Abhayagiri Restaurant, yang menawarkan panorama hijau dan pemandangan Candi Prambanan dari kejauhan. Menu nasi goreng Jawa dan ayam rempah jadi favorit.

Lanjutkan petualangan ke HeHa Sky View pukul 12.30. Terletak di kawasan Patuk, Gunungkidul, destinasi ini menawarkan udara segar dan spot foto modern berlatar perbukitan.

Sebelum pulang, sekitar pukul 15.00, sempatkan mampir ke Bakpia Pathok 25 untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta. Rasa kacang hijau klasik dan keju masih menjadi primadona wisatawan.

Pukul 16.30, perjalanan pun berakhir. Meski hanya dua hari satu malam, pengalaman yang didapat di Yogyakarta selalu terasa lebih dari cukup.

Liburan singkat, perasaan masih melekat.

Dalam waktu dua hari satu malam, Yogyakarta berhasil menawarkan semua: budaya, kuliner, dan kehangatan yang sulit ditemukan di tempat lain. Bagi banyak wisatawan, kota ini bukan sekadar destinasi — tapi tempat untuk kembali menemukan rasa tenang.
Yogyakarta bukan sekadar destinasi, tapi pengalaman. Dan pengalaman itu, selalu membuat siapa pun ingin kembali.(ahyar-mg-uinpo)

Editor : Nur Wachid
#itinerary yogyakarta #hemat #kota yogyakarta #itinerary 2 hari 1 malam