Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tersembunyi di Majalengka, Mata Air Warisan Belanda Ini Punya Air Sedingin Kulkas! Berani Coba Mandi?

Muhammad Aditya Pangestu • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:00 WIB
Pantan Cigowong, mata air legendaris yang menyimpan nilai historis sekaligus keindahan alami yang luar biasa.
Pantan Cigowong, mata air legendaris yang menyimpan nilai historis sekaligus keindahan alami yang luar biasa.

Jawa Pos Radar Lawu - Majalengka, Jawa Barat, tak hanya dikenal dengan julukannya sebagai Kota Angin yang menawarkan keindahan alam memukau.

Di balik pesona alamnya, daerah ini juga menyimpan situs-situs bersejarah yang tak banyak diketahui wisatawan, salah satunya adalah Pantan Cigowong, sebuah mata air legendaris yang menyimpan nilai historis sekaligus keindahan alami yang luar biasa.

Terletak di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Pantan Cigowong menjadi salah satu hidden gem yang layak untuk dijelajahi.

Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan langsung disambut oleh kolam berbentuk persegi dengan air yang sangat jernih dan mengalir deras dari celah bebatuan di dasar kolam.

Airnya begitu segar bahkan saking dinginnya, banyak yang menyamakan suhu airnya dengan air kulkas! Tak heran jika hanya sedikit orang yang sanggup berlama-lama mandi di sini.

Namun, daya tarik Pantan Cigowong tak hanya soal kejernihan dan kesegaran airnya. Tempat ini juga menyimpan sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda.

Berdasarkan beberapa sumber, mata air ini merupakan bagian dari sistem saluran air bersih yang dibangun pada zaman Belanda dan diresmikan pada 2 November 1936 oleh Bupati Majalengka saat itu, Raden Mas Arya Adipati Soeriatanudibrata.

Sisa-sisa struktur bangunan peninggalan kolonial tersebut masih dapat dilihat di sekitar area kolam hingga hari ini.

Menariknya lagi, nama "Pantan Cigowong" punya cerita tersendiri dalam bahasa Sunda.

Kata Pantan berarti sumber mata air, sementara Cigowong berasal dari kata gowong yang berarti teriakan.

Konon, nama ini muncul dari kisah seorang petani yang tanpa sengaja menemukan mata air ini saat mencangkul sawah.

Ketika air memancar deras dari tanah, ia berteriak kaget, dan sejak itu sumber air tersebut dikenal sebagai Pantan Cigowong.

Selain bernilai sejarah, Pantan Cigowong juga berfungsi vital bagi kehidupan warga sekitar.

Hingga kini, airnya masih dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga mengairi sawah.

Menjadikannya tak hanya sekadar objek wisata, tetapi juga warisan hidup yang terus memberi manfaat lintas generasi.

Yang tak kalah menarik, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias gratis!

Anda hanya perlu menyiapkan tenaga untuk menikmati kesejukan alami dan cerita sejarah yang mengalir di tempat ini.

Jadi, jika Anda sedang berada di Majalengka dan ingin merasakan sensasi mandi di sumber air alami sedingin kulkas yang menyimpan jejak sejarah kolonial, Pantan Cigowong adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan! (*)

Editor : Riana M.
#sumber mata air #majalengka #Cigowong #jawa barat #Warisan Belanda #daya tarik