Jawa Pos Radar Lawu – Ingin melepas penat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari? Cobalah berkunjung ke Air Terjun Putuk Truno, destinasi alam eksotis yang tersembunyi di lereng Gunung Welirang.
Terletak di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, air terjun ini hanya berjarak sekitar 4,4 kilometer atau 13 menit berkendara dari pusat kota Prigen.
Air Terjun Putuk Truno memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan dikelilingi oleh tebing hijau serta hutan tropis yang masih alami.
Airnya yang jernih mengalir deras di antara bebatuan, menciptakan suara gemericik yang menenangkan jiwa.
Udara sejuk khas pegunungan semakin memperkaya pengalaman berkunjung ke tempat ini.
Tak heran jika banyak wisatawan memilih tempat ini sebagai lokasi rehat untuk menyegarkan pikiran maupun mencari ketenangan batin.
Nama Putuk Truno sendiri berasal dari kisah legenda masyarakat setempat tentang seorang pertapa bernama Joko Truno.
Konon, ia melakukan semedi di kawasan ini hingga akhirnya berubah menjadi ular atau putuk.
Kisah ini menambah nuansa magis dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi petualangan di tempat yang sarat mitos dan sejarah.
Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sepanjang 400 meter.
Meski tidak terlalu jauh, perjalanan ini akan terasa menyenangkan karena ditemani oleh panorama alam yang memukau dan suara alam yang merdu.
Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman wisata yang tak kalah menarik.
Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata ini cukup lengkap dan mendukung kenyamanan pengunjung.
Di sekitar area air terjun terdapat mushola, toilet, tempat istirahat, serta warung makanan yang menjual aneka camilan dan minuman.
Tidak hanya itu, pihak pengelola juga menyediakan taman tematik dengan lukisan tiga dimensi dan anjungan foto yang Instagramable, menjadikannya tempat yang cocok untuk berswafoto dan mengabadikan momen.
Salah satu spot favorit para wisatawan adalah gardu pandang yang menawarkan pemandangan langsung ke arah Air Terjun Putuk Truno dari ketinggian.
Spot ini sangat ideal untuk berfoto, menikmati panorama air terjun dari sudut yang lebih luas, atau sekadar bersantai sambil meresapi keindahan alam yang memukau.
Gardu pandang ini menambah nilai estetika dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta fotografi alam.
Pengalaman wisata di Air Terjun Putuk Truno semakin lengkap dengan hadirnya Forest Truno Cafe, menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati sajian kuliner bersama keluarga, pasangan, maupun teman.
Untuk menikmati seluruh keindahan dan fasilitas di Air Terjun Putuk Truno, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 15 ribu pada hari biasa dan Rp. 20 ribu pada akhir pekan serta hari libur nasional.
Keunggulan lainnya, tempat wisata ini buka selama 24 jam nonstop. Artinya, wisatawan bebas datang kapan saja, baik saat pagi berkabut, siang yang cerah, atau malam hari yang tenang dan penuh ketenangan. (*)