Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang dipenuhi drama soal Gus Miftah dan penjual es teh, ada baiknya meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran di tempat yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam.
Salah satu destinasi yang bisa menjadi pilihan tepat adalah Nepal van Java, sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Magelang, atau sekitar 45 menit dengan bekendara.
Nepal van Java mendapat julukan tersebut karena arsitektur rumah-rumah penduduknya yang berjejer rapi dan bertingkat di lereng bukit, menyerupai desa-desa di Nepal yang berada di lereng Gunung Himalaya.
Desa ini merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, sehingga menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah.
Dikelilingi hamparan sawah terasering yang hijau, pepohonan rindang, dan latar belakang Gunung Sumbing yang megah, desa ini menyajikan panorama yang menyejukkan mata.
Kabut tipis yang menyelimuti desa di pagi dan sore hari menambah kesan magis dan damai, membuat siapa saja merasa seperti berada di negeri lain. Keunikan ini menjadikan Nepal van Java sebagai destinasi wisata favorit bagi mereka yang ingin sejenak melupakan hiruk-pikuk dunia luar.
Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, wisatawan juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru di desa ini.
Salah satu kegiatan yang paling populer adalah menikmati matahari terbit dari beberapa spot terbaik seperti Gardu Pandang Lembah Nepal, Teras Masjid Baitut Taqwa, Teras Nepal, hingga Gardu Pandang Punthuk Nepal.
Sambil menikmati panorama lautan awan yang mempesona, secangkir kopi hangat akan semakin menyempurnakan pengalaman wisata di tempat ini.
Untuk penggemar fotografi, Nepal van Java menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar belakang rumah-rumah warna-warni yang berundak di kaki Gunung Sumbing.
Beberapa spot populer seperti Patung Naga dan Taman Depok juga menjadi favorit wisatawan untuk mengabadikan momen liburan.
Biaya masuk ke spot foto tersebut sangat terjangkau, hanya Rp. 2 ribu hingga Rp. 4 ribu per orang.
Harga tiket masuk ke Nepal van Java juga tergolong murah, hanya Rp. 10 ribu per orang. Untuk parkir kendaraan, wisatawan perlu membayar Rp. 3 ribu untuk motor dan Rp. 10 ribu untuk mobil.
Bagi yang tidak ingin berjalan kaki, tersedia jasa ojek menuju Dusun Butuh dengan tarif mulai dari Rp. 35 ribu. Harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk membawa uang lebih sebagai antisipasi.
Nepal van Java buka setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga 5 sore. Jadi, jika merasa jenuh atau terjebak dalam drama sosial media, jangan ragu untuk mengunjungi desa ini.
Keindahan alam, udara segar, serta suasana yang tenang akan membantu menyegarkan pikiran dan kembali dengan energi positif. (*)
Editor : Riana M.