Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Liburan ke Pantai sebelum Puasa Ramadan? Awas, Beberapa Daerah Ini Rawan Dilanda Gelombang Tinggi

Mizan Ahsani • Senin, 4 Maret 2024 | 23:00 WIB
AWAS GELOMBANG TINGGI: Pantai Jetis di Jogjakarta. (ANTARA)
AWAS GELOMBANG TINGGI: Pantai Jetis di Jogjakarta. (ANTARA)

JOGJAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu - Berlibur ke pantai sebelum puasa ramadan memang mengasyikkan. Apalagi ada banyak pantai yang indah di Jogjakarta.

Namun calon wisatawan harus berhati-hati. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan ada gelombang tinggi di pesisir Jogjakarta.

Tak hanya pesisir pantai Jogjakarta, peringatan ini juga berlaku untuk pantai di pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

"Kecepatan angin di selatan Jawa cukup tinggi," ungkap Teguh Wardoyo, kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, via ANTARA, Senin (4/3).

"Berdasarkan pengamatan, pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 4-25 knot," sambungnya.

Menurutnya, pola angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.

Selain itu, kata dia, wilayah perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jogjakarta saat sekarang masih dipengaruhi oleh musim angin barat.

"Oleh karena itu, hari ini (4/3) kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di laut selatan Jabar-DIY yang berlaku sampai dengan Rabu (5/3)," katanya.

Dia mengatakan peringatan dini tersebut dikeluarkan karena tinggi gelombang di laut selatan berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter atau masuk kategori tinggi.

Menurut dia, wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi meliputi perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut.

Juga perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan Jogjakarta.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

"Hal itu karena berdasarkan analisis, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan," terangnya.

"Kemudian kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang," imbuh Teguh.

Menurut dia, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri.

Pun, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo serta kapal pesiar.

Selain itu, lanjut dia, wisatawan maupun masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi tersebut.

"Sekarang memang bukan musim liburan, namun biasanya masyarakat memanfaatkan momentum menjelang puasa ramadan dengan berwisata," katanya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pantai #jogjakarta #liburan #gelombang tinggi #ramadan