NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Tak perlu jauh-jauh ke belantara Afrika untuk sekadar menikmati pemandangan kawanan kerbau merumput dan berendam.
Pemandangan serupa tersaji di Kampung Kerbau, Dusun Bulakpepe, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Ngawi.
Bedanya ratusan ekor kerbau di kampung tersebut bukan kerbau liar.
Gembalaan warga setempat itu sengaja diajak keluar kandang untuk mencari makan di hutan dan mandi di sungai. ‘’Jumlahnya ada 700 ekor kerbau lebih,’’ ungkap Kepala Desa Banyubiru Kundari.
Kundari tak ingin pemandangan tersebut mubadzir. Dengan melibatkan warga, perhutani hingga pemkab Ngawi digelarlah event Kampung Kerbau Bulakpepe setahun sekali sejak 2016 lalu.
Biasanya setelah musim panen pertama rampung.
Antusiasme wisatawan luar biasa. Tidak hanya lokal Ngawi, wisatawan asal Madiun, Solo, Demak, Jogjakarta hingga Semarang berdatangan.
‘’Kunjungan wisata ada 1500-an orang kalau sedang event,’’ bebernya.
Mereka menikmati ritual bancakan hasil bumi hingga prosesi angon dan ngguyang kerbau dari hutan ke sungai.
Berkat event tersebut, menurutnya Desa Banyubiru semakin dikenal. Harga kerbau desanya pun meningkat.
Warga juga mendapatkan tambahan penghasilan dari kunjungan wisatawan dengan menjajakan makanan dan minuman.
‘’Kami angankan Kampung Kerbau bisa menjadi objek wisata yang bisa dinikmati setiap hari. Bukan hanya di momen tertentu saja,’’ tuturnya. (odi)
Editor : Loditya Fernandes