Jawa Pos Radar Lawu - Dengan banyaknya projek peluncuran wahana luar angkasa ke Mars, bulannya pun tak luput menjadi objek kajian antariksa.
Dengan projek MMX, Jepang bersama negara-negara lain akan memulai penelitian pertama di bulan planet merah, Phobos dan Deimos.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Terbaik di Planet Mars yang Wajib Dikunjungi Pelancong Antariksa Masa Depan
Pergi ke Bulan Mars untuk Sampel Batu
Misi dari wahana satelit Martian Moon eXploration (MMX) ke teritori planet merah kali ini bukan ke Mars itu sendiri, melainkan ke kedua Bulannya; Phobos dan Deimos.
Yang dimana misi ini adalah misi pertama yang mengirim wahana antariksa ke bulan Mars, sekaligus misi pertama yang membawa sampel dari bulan Mars tersebut pulang ke Bumi.
Tujuan dari misi MMX adalah untuk mengungkap sejarah dari kedua bulan Mars tersebut, dan meneliti apa efek kedua bulan tersebut ke Mars.
Layaknya pengaruh besar Bulan ke Bumi, tentunya Mars dan spekulasi kehidupan yang sebelumnya ada akan dipengaruhi dengan peran kedua bulan dari planet tersebut.
Diperkirakan hasil dari misi tersebut adalah bagaimana kedua bulan tersebut terbentuk, bagaimana pengaruhnya ke Mars, serta linimasa sejarah Mars dengan perspektif baru dari kedua bulan Mars.
Misi MMX akan difokuskan untuk meneliti dan mengambil sampel dari Phobos, kemudian mengambil beberapa foto Deimos sebelum pulang ke Bumi.
Wahana tersebut nantinya akan meneliti topografi, struktur internal, komposisi, dan gravitasi dari Phobos sebelum pengambilan sampel untuk dibawa pulang.
Baca Juga: Temukan Benda Misterius Ini di Planet Mars, NASA: Penemuan Paling Aneh
Awal Mula Tercipta dan Mulainya Misi
MMX adalah projek internasional dari JAXA (Jepang) yang melibatkan ESA (Eropa), CNES (Prancis), DLR (Jerman), dan NASA (AS).
Wahana tersebut direncanakan akan diluncurkan ke luar angkasa pada tanggal 20 Oktober 2026 dengan roket H3 dari Tanegashima Space Center, Jepang.
Diperkirakan wahana ini akan mencapai destinasinya di Mars dan mencapai Phobos setahun kemudian pada 2027, lalu menjalankan misinya hingga 2030.
Wahana MMX juga dilengkapi dengan robot rover kecil dari CNES dan DLR bernama Idefix, yang nantinya akan mendarat di permukaan Phobos dan mengamati permukaan Phobos secara langsung.
Setelah mengumpulkan sekitar 10 gram sampel tanah phobos, wahana MMX akan kembali ke Bumi dan akan tiba pada tahun 3031, 1 tahun setelah misi berakhir.
Sebelum keluar dari teritori planet merah, MMX akan mampir sebentar untuk mengitari dan mengambil gambar bulan Mars yang lebih kecil, Deimos.
Baca Juga: Brown Dwarfs, Benda Langit Aneh di Antara Planet dan Bintang
Harapan Hasil dari Misi MMX
Tentunya hasil utama dari misi MMX adalah membawa sampel bulan Mars, Phobos, kembali ke bumi (return sample mission).
Sampel yang telah dibawa pulang tersebut nantinya akan diteliti untuk diteliti dan dijadikan basis untuk berbagai macam penelitian, diantaranya:
- Bagaimana kedua bulan Mars terbentuk
- Bagaimana Mars terbentuk dengan perspektif bulan Mars, melalui kesamaan komposisi
- Apakah kedua bulan tersebut pernah bertumbukan dengan Mars seperti Bulan dan Bumi?
- Pengaruh kedua bulan tersebut terhadap topografi Mars dan spekulasi kehidupan ekstraterestrial yang ada
MMX juga menadi fondasi untuk pengembangan teknologi misi eksplorasi Mars dan return sample selanjutnya yang akan direncanakan di masa depan.
Jika misi MMX berhasil, perjaanan ke Mars hingga ke kedua bulannya menadi meungkinkan.
Serta dari misi ini pula teknologi pada misi serupa kedepannya dapat dikembangkan dan diimprovisasi dengan melihat kekurangan yang ada di misi ini.(*)
*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : JAXA