Profil Ed Sheeran, Perjalanan dari Musisi Jalanan hingga Megabintang Dunia

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:52 WIB
Potret Penyanyi Ed Sheeran
Potret Penyanyi Ed Sheeran

Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah gitar, suara yang khas, dan keberanian tampil dari satu panggung kecil ke panggung lainnya menjadi modal awal perjalanan Ed Sheeran. Bertahun-tahun kemudian, sosok yang dahulu mengandalkan pertunjukan jalanan tersebut justru mampu memenuhi stadion raksasa dan menciptakan lagu yang dinyanyikan jutaan orang di berbagai penjuru dunia.

Edward Christopher Sheeran lahir pada 17 Februari 1991 di Halifax, West Yorkshire, Inggris. Ia dikenal sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu dengan karakter musik yang kuat pada gitar akustik, loop pedal, serta lirik yang sederhana tetapi emosional.

Dari Panggung Kecil Menuju Kesuksesan Global

Sebelum namanya dikenal luas, Ed Sheeran menghabiskan masa awal karier dengan tampil sebagai musisi jalanan dan bermain di berbagai panggung kecil di London. Ia terus menulis lagu sekaligus membangun basis pendengar secara perlahan.

Perjalanan tersebut mencapai titik penting ketika ia merilis album debut + (Plus) pada 2011. Lagu "The A Team" menjadi salah satu karya yang memperkenalkan kemampuan Ed dalam menggabungkan cerita personal dengan melodi akustik yang mudah diterima.

Popularitasnya kemudian berkembang pesat melalui rangkaian album yang memiliki identitas unik berupa simbol matematika.

x hingga ÷ Melahirkan Lagu Ikonik

Album x (Multiply) pada 2014 memperkuat posisi Ed di industri musik internasional. Lagu "Thinking Out Loud" berkembang menjadi salah satu balada romantis yang populer di berbagai negara, sementara "Sing" memperlihatkan sisi musikalnya yang lebih enerjik.

Tiga tahun kemudian, ÷ (Divide) membawa kariernya ke level yang lebih tinggi. Album ini melahirkan "Shape of You", salah satu lagu paling sukses dalam sejarah layanan streaming, serta "Perfect" yang menjadi favorit untuk berbagai momen romantis.

Eksplorasi Ed berlanjut melalui = (Equals) pada 2021 dan - (Subtract) pada 2023. Jika Equals menghadirkan warna pop yang lebih modern melalui lagu seperti "Bad Habits" dan "Shivers", Subtract justru memperlihatkan sisi yang lebih personal dan emosional.

Baca Juga: Profil Shawn Mendes, Solois Pop-Rock Kanada Penakluk Hati Jutaan Pendengar Dunia

Satu Orang, Satu Panggung, Ribuan Suara

Keunikan Ed Sheeran semakin terlihat ketika tampil secara langsung. Ia tidak selalu membutuhkan produksi panggung dengan banyak penari atau personel band dalam jumlah besar.

Dengan gitar, vokal, serta loop pedal, Ed mampu membangun lapisan suara secara langsung hingga menghasilkan aransemen yang terdengar penuh. Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri khas dalam tur berskala stadion, termasuk The Mathematics Tour.

Konsep tersebut membuktikan bahwa pertunjukan spektakuler tidak selalu bergantung pada produksi yang rumit. Kemampuan seorang musisi menguasai instrumen dan berinteraksi dengan penonton juga dapat menciptakan pengalaman konser yang besar.

Penulis Lagu di Balik Banyak Hit

Popularitas Ed Sheeran juga tidak berhenti pada lagu-lagu yang ia bawakan sendiri. Kemampuannya sebagai penulis lagu membuatnya terlibat dalam sejumlah karya musisi internasional, termasuk Justin Bieber, One Direction, dan BTS.

Kesederhanaan menjadi salah satu kekuatan terbesar Ed. Ia mampu mengambil pengalaman sehari-hari, hubungan, kehilangan, dan perjalanan hidup lalu mengubahnya menjadi lagu yang mudah dipahami pendengar dari berbagai latar belakang.

Perjalanan dari musisi jalanan menuju salah satu nama terbesar dalam musik pop dunia akhirnya menjadi bukti bahwa keberhasilan dapat dibangun melalui konsistensi. Dengan gitar, cerita personal, dan keberanian untuk terus menulis, Ed Sheeran berhasil menciptakan katalog musik yang terus hidup lintas generasi. (*)

(Magang, Fadisca Zahra Prasetya - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
musik pop Profil Ed Sheeran Penyanyi Internasional Lagu Ed Sheeran ed sheeran