Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Antara Dua Gunung Ada Lembah yang Bikin Perjalanan Terasa Berharga

T
Source: Smart City Kabupaten Gowa
Source: Smart City Kabupaten Gowa

Advertisement

Jawa Pos Radar Lawu - Kalau biasanya orang mendaki gunung untuk mengejar puncak, perjalanan menuju Lembah Lohe justru membawa pendaki pada sebuah lembah luas yang tersembunyi di antara dua gunung. Berada di Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit bagi pencinta alam dan kegiatan camping.

Lembah Lohe berada di antara Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang, dengan ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut. Hamparan rerumputan, pepohonan yang masih hijau, serta udara pegunungan membuat suasananya terasa jauh dari keramaian kota.

Bukan Tempat yang Bisa Didapat dengan Mudah

Advertisement

Keindahan Lembah Lohe memang membutuhkan sedikit perjuangan. Perjalanan menuju kawasan ini dimulai dari Desa Lengkese dan membutuhkan waktu trekking sekitar enam jam. Jalurnya melewati empat bukit dengan medan yang semakin menantang, terutama ketika mendekati lembah.

Namun, rasa lelah itu perlahan terbayar ketika hamparan lembah mulai terlihat. Di kawasan ini terdapat aliran sungai dengan air yang jernih, bebatuan yang ditumbuhi lumut, serta pepohonan rindang di sepanjang alirannya. Ketika kabut turun, suasananya bahkan terasa seperti berada di tempat yang jauh dari kehidupan perkotaan.

Bisa Sekalian Mampir ke Danau Tanralili

Advertisement

Perjalanan menuju Lembah Lohe juga punya bonus tersendiri. Sebelum sampai di lembah, pendaki dapat menemukan Danau Tanralili, yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut.

Danau ini menjadi salah satu tempat yang sering dipilih pendaki untuk berkemah. Airnya berasal dari aliran pegunungan dan kawasan di sekitarnya masih dikelilingi pepohonan. Karena letaknya berdekatan, Lembah Lohe dan Danau Tanralili kerap menjadi satu rangkaian perjalanan bagi para pencinta alam.

Dulu Tempat Menggembala Ternak

Ada cerita menarik di balik kawasan ini. Lembah Lohe pada awalnya dikenal sebagai tempat penggembalaan ternak warga. Seiring waktu, kawasan tersebut mulai dikenal lebih luas sebagai tujuan wisata alam berkat keterlibatan masyarakat lokal dan komunitas pecinta alam.

Kini, Lembah Lohe menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin camping sekaligus menikmati lanskap pegunungan Sulawesi Selatan. Bahkan, Kementerian Kehutanan mencantumkan jalur Danau Tanralili dan Lembah Lohe sebagai salah satu jalur pendakian dalam kawasan Taman Wisata Alam Malino.

Pada akhirnya, Lembah Lohe bukan tentang seberapa cepat seseorang sampai. Justru perjalanan panjang melewati bukit, hutan, dan jalur berbatu itulah yang membuat pemandangan di ujung perjalanan terasa jauh lebih berharga. (*)

(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)

Advertisement
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Visit Indonesia, Smart City Kabupaten Gowa, Jejakfakta.com

Artikel Terkait

Masuk De Djawatan, Serasa Tersesat di Hutan Fantasi yang Ada di Banyuwangi

Masuk De Djawatan, Serasa Tersesat di Hutan Fantasi yang Ada di Banyuwangi

De Djawatan Forest di Banyuwangi punya suasana yang terasa seperti dunia fantasi. Pepohonan trembesi raksasa dengan dahan yang menjulang dan rimbun.

Airnya Bisa Berubah Warna, Ini Telaga Warna yang Jadi Ikon Dieng

Airnya Bisa Berubah Warna, Ini Telaga Warna yang Jadi Ikon Dieng

Telaga Warna Dieng dikenal karena airnya yang dapat menampilkan warna berbeda, mulai dari hijau hingga kekuningan.

Bukan Pantai, Ini Ubud: Sudut Bali yang Punya Jiwa Berbeda

Bukan Pantai, Ini Ubud: Sudut Bali yang Punya Jiwa Berbeda

Kalau Bali identik dengan pantai, Ubud menawarkan sisi yang berbeda. Sawah, hutan, pura, seni, dan budaya berpadu menjadi pesona Ubud.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer