Jawa Pos Radar Lawu - Kereta kuning milik PT KAI kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial usai insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Banyak warganet penasaran dengan kemunculan kereta berwarna mencolok tersebut.
Bahkan, sebagian menyebut kemunculannya sebagai pertanda adanya kejadian besar di dunia perkeretaapian.
Lalu, sebenarnya apa itu kereta kuning KAI dan apa fungsinya?
Apa Itu Kereta Kuning KAI (NoodHulp Rijtuig)?
Kereta kuning KAI dikenal sebagai kereta penolong atau dalam istilah teknis disebut NoodHulp Rijtuig.
Kereta ini merupakan unit khusus yang disiapkan untuk kondisi darurat di jalur perkeretaapian.
Kereta ini didesain dengan warna kuning cerah agar mudah dikenali, terutama saat diterjunkan dalam situasi darurat seperti kecelakaan atau gangguan operasional.
Fungsi Kereta Penolong KAI
Fungsi utama kereta kuning ini adalah sebagai rescue train atau kereta penyelamat. Beberapa perannya meliputi:
- Menangani kecelakaan kereta seperti tabrakan atau anjlokan
- Membantu proses evakuasi korban
- Mendukung perbaikan sarana dan prasarana rel
- Menjadi pusat penanganan darurat di lokasi kejadian
Kereta ini dilengkapi berbagai fasilitas penting, mulai dari alat mekanis hingga perlengkapan medis untuk pertolongan pertama.
Baca Juga: Kecelakaan KA Dhoho di Blitar: Truk Mogok di Rel Tertemper Kereta, Ini Kronologi Lengkapnya
Dilengkapi Fasilitas Medis dan Alat Evakuasi
Dalam pengoperasiannya, kereta penolong ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti:
- Ruang tindakan medis atau IGD darurat
- Ruang resusitasi
- Ruang perawatan sementara untuk korban
- Peralatan evakuasi dan alat berat
Dengan fasilitas tersebut, penanganan korban dapat dilakukan lebih cepat langsung di lokasi kejadian sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Berasal dari Modifikasi KRD, Bisa Bergerak Mandiri
Salah satu fakta menarik lainnya, kereta kuning ini merupakan hasil alih fungsi dari Kereta Rel Diesel (KRD).
Artinya, kereta ini mampu bergerak sendiri tanpa perlu ditarik lokomotif, sehingga respons menuju lokasi kejadian bisa lebih cepat dan efisien.
Spesifikasi dan Kemampuan Kereta Penolong
Secara teknis, kereta penolong memiliki beberapa spesifikasi, antara lain:
- Lebar sepur: 1.067 mm
- Material: Stainless steel
- Panjang: sekitar 20 meter
- Kecepatan maksimal: hingga 100 km/jam
- Beban gandar: sekitar 14 ton
Kemampuan ini membuat kereta tetap stabil dan cepat saat meluncur menuju lokasi darurat.
Viral di Media Sosial, Ini Respons Warganet
Viralnya kereta kuning ini bermula dari unggahan video di TikTok yang memperlihatkan kereta tersebut melintas menuju lokasi kejadian.
Sejumlah warganet memberikan berbagai komentar, mulai dari rasa penasaran hingga anggapan bahwa kereta ini hanya muncul saat kondisi darurat besar terjadi.
Ada pula yang menyebut kereta ini sebagai “kendaraan yang tidak diharapkan untuk keluar”, karena identik dengan situasi kecelakaan.
Peran Penting dalam Sistem Keselamatan Kereta Api
Meski kerap dikaitkan dengan situasi darurat, kehadiran kereta kuning KAI justru menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan transportasi kereta api di Indonesia.
Kereta ini memastikan proses evakuasi korban dan penanganan insiden dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dengan teknologi dan fasilitas yang dimiliki, kereta penolong menjadi bukti kesiapsiagaan PT KAI dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di jalur rel.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani