YOGYAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ajang lari bergengsi Jogja 10K Run 2026 yang digelar pada Minggu (3/5/2026) diwarnai insiden tidak menyenangkan. Seorang pelari bernama Galang menjadi korban pemukulan oleh pria tak dikenal saat tengah melintas di Jalan Mayor Suryotomo, Gondomanan, Yogyakarta.
Video insiden tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @chairinelmo. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berkaos hitam tiba-tiba memukul Galang di dekat area water station.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi dan pengunggah video, sebelum melakukan pemukulan terhadap peserta lari, pelaku yang belakangan diketahui bernama Edo tersebut sempat terlibat keributan dengan pacarnya di seberang jalan.
Baca Juga: Kecelakaan KA Dhoho di Blitar: Truk Mogok di Rel Tertemper Kereta, Ini Kronologi Lengkapnya
"Orang ini lagi boncengan sama pacarnya, terus tiba-tiba berhenti di pinggir jalan dan cekcok. Pacarnya bahkan sempat dipukul pakai helm dan ditendang," ujar pengunggah video dalam keterangannya.
Tak berhenti di situ, pelaku juga dilaporkan melakukan tindakan agresif terhadap pengguna jalan lainnya. Ia sempat melemparkan helm ke arah sebuah mobil yang sedang melintas, kemudian melemparkan helm tersebut ke arah booth acara sebelum akhirnya meluapkan emosinya kepada pelari yang tidak bersalah.
Penanganan Polisi dan Permintaan Maaf Pelaku
Aksi brutal tersebut berlangsung singkat karena aparat kepolisian dari Polresta Yogyakarta segera tiba di lokasi sekitar lima menit setelah kejadian untuk mengamankan pelaku.
Baca Juga: Crown Miss Grand Jatim 2026: Gista Alisa Wakili Jawa Timur Melaju ke Miss Grand Indonesia 2026
Kasus ini kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polresta Yogyakarta. Menyadari tindakannya yang telah meresahkan masyarakat, pelaku akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah oleh pihak penyelenggara Jogja 10K pada Senin (4/5/2026).
"Saya atas nama Edo, meminta maaf kepada korban yaitu Mas Galang, kepada pelari Jogja 10K, dan terkhusus kepada masyarakat Yogyakarta. Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang saya lakukan di kemudian hari," ungkap Edo dalam video tersebut.
Pihak korban, Galang, menyatakan telah memaafkan tindakan pelaku. Kendati demikian, insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar tindakan kekerasan tidak terulang kembali, terutama dalam perhelatan olahraga publik yang seharusnya berjalan aman dan nyaman bagi seluruh peserta.
Editor : Nur Wachid