Jawa Pos Radar Lawu - Produk “Susu Sekolah” dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal ini setelah sejumlah netizen menemukan produk tersebut dijual di minimarket, meskipun pada kemasannya tertulis jelas “tidak untuk diperjualbelikan.”
Temuan ini pertama kali ramai dibahas melalui unggahan di platform Thread.
Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna media sosial mengaku terkejut saat melihat produk susu yang seharusnya menjadi bagian dari program bantuan gizi bagi siswa justru dijual bebas di pasaran.
Susu MBG Dijual Sekitar Rp4.000 per Kemasan
Dalam foto yang beredar, terlihat kemasan susu berukuran 125 mililiter dengan label “Susu Gratis Program MBG”.
Namun, produk tersebut diketahui dijual di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kemasan atau sekitar Rp138.000 per dus.
Temuan ini memicu perhatian publik karena pada kemasan susu tersebut juga tercantum tulisan “Tidak untuk diperjualbelikan.”
Salah satu netizen mengungkapkan keterkejutannya saat menemukan produk tersebut di rak minimarket.
“Agak kaget, syok nemu ini, padahal tertera ada tulisan SUSU GRATIS PROGRAM MBG.
TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN, tapi kok bisa diperjualbelikan di minimarket,” tulis seorang pengguna media sosial dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu respons dari pengguna lain yang mengaku menemukan produk serupa di minimarket berbeda dengan kisaran harga yang sama.
Baca Juga: Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Resmi April 2026 Tidak Berubah, Ini Daftar Lengkap di Seluruh Provinsi
Badan Gizi Nasional Buka Suara
Menanggapi viralnya temuan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana menyatakan bahwa pihaknya baru saja menerima laporan terkait beredarnya susu tersebut di minimarket.
Namun hingga saat ini, BGN masih belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai asal-usul produk tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa BGN tidak memiliki kerja sama dengan produsen mana pun untuk memproduksi susu khusus bagi program MBG.
“BGN tidak memiliki komitmen dengan produsen mana pun terkait produksi susu khusus sekolah,” tegas Dadan.
Baca Juga: Harga BBM Indonesia April 2026 Tidak Naik, Ini Daftar Negara yang Justru Alami Lonjakan Harga
Muncul Dugaan Penjualan Sisa Stok Program
Di tengah viralnya temuan tersebut, muncul berbagai spekulasi dari masyarakat mengenai bagaimana produk yang seharusnya menjadi bagian dari program bantuan gizi itu bisa beredar di pasaran.
Salah satu dugaan yang berkembang menyebutkan kemungkinan adanya pihak pengelola dapur MBG yang juga memiliki toko, sehingga sisa stok yang tidak terpakai kemudian dijual kembali.
Meski demikian, hingga kini BGN belum memberikan penjelasan resmi lebih lanjut mengenai dugaan tersebut maupun mekanisme distribusi susu dalam program MBG.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena menyangkut transparansi distribusi program Makan Bergizi Gratis, yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah di Indonesia.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani