Jawa Pos Radar Lawu - Linimasa media sosial sempat dihebohkan dengan insiden kecelakaan mobil travel yang membawa sekitar 20 penumpang, terguling ke jurang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Sebelumnya diketahui, kecelakaan itu terjadi setelah mobil travel tersebut melaju dari arah Tasikmalaya menuju Majalengka, pada Selasa, 24 Maret 2026, dini hari.
Berdasarkan laporan di lapangan, kecelakaan mobil rombongan keluarga asal Karawang tersebut diduga terjadi karena pengemudi tidak menguasai medan jalan yang berliku.
Baca Juga: Cari Rice Cooker Anak Kos? Ini Pilihan 1 Liter Terbaik dari Yong Ma dan Cosmos
Terdapat pula dugaan kendaraan mengalami masalah pada sistem pengereman sebelum akhirnya meluncur ke jurang.
Dalam insiden ini, 6 orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sisanya mengalami luka-luka.
Setelah 3 hari berlalu, kini terungkap fakta di balik kecelakaan maut di Majalengka itu yang diungkap Taufik, salah satu korban selamat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Rice Cooker Yong Ma Murah 2026: Kualitas Premium dengan Harga Masih Masuk Akal
Sopir Diduga Terburu-buru
Terlihat dalam unggahan Instagram @infokrw, pada Kamis, 26 Maret 2026, Taufik bercerita rombongan keluarganya sempat melakukan ziarah ke Tasikmalaya.
Pada momen mudik Lebaran 2026 itu, para korban juga sempat berwisata ke Pantai Pangandaran, sebelumnya akhirnya kembali menuju Karawang.
Semula suasana baik-baik saja sebelum akhirnya berubah panik, saat para penumpang merasa cemas lantaran sang sopir terlalu keras menancap gas kendaraannya.
Taufik menduga, saat itu sopir terburu-buru lantaran mengejar waktu agar mobil travelnya tiba di Karawang sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Perbandingan Rice Cooker Cosmos vs Yong Ma 2026: Mana Lebih Unggul dari Segi Harga dan Kualitas?
"Katanya ada telepon ke sopir, jam 3 mobil sudah harus ada di Karawang," kata Taufik sebagaimana dikutip dalam postingan yang sama.
Peringatan yang Dinilai Tak Diindahkan
Di perjalanan, sejumlah penumpang disebut sempat ramai memperingatkan sopir agar mengurangi kecepatan lantaran kondisi jalan yang curam dan licin.
Taufik bahkan menyebut, keluarganya sempat berteriak agar sopir mematuhi peringatan yang diutarakan para penumpang.
"Mamah saya sama teteh saya juga sudah teriak, 'Pak Haji, pelan-pelan'," ungkapnya.
"Saya juga sempat menegur, 'Pak Haji, launan (pelan), jangan kencang terus', begitu," imbuh Taufik.
Sayangnya, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan sang pengemudi mobil travel.
Baca Juga: Jadwal One Way Arus Balik Lebaran 2026 dan Diskon Tarif Tol 30 Persen, Catat Tanggal serta Titiknya
Alhasil, Taufik menyesali kendaraan yang melaju cukup kencang yang ditumpangnya kehilangan kendali hingga terguling ke dalam jurang.
"Saat kejadian sudah tidak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal penyebab pasti insiden kecelakaan maut di Majalengka tersebut.***
Editor : Nur Wachid