Jawa Pos Radar Lawu – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Batujajar, Jawa Barat dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian ini menyusul viralnya video mitra MBG, Hendrik Irawan, yang berjoget di area dapur hingga menuai sorotan publik.
Hendrik melalui akun media sosialnya kembali menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa konten yang dibuat merupakan kesalahannya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Kamis, 26 Maret 2026: Gemini Dapat Kabar Baik, Capricorn Hadapi Tantangan
“Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya meski saya sudah klarifikasi,” ujarnya, Kamis (26/3).
Ia juga mengaku tidak menyangka video tersebut akan memicu polemik besar hingga berdampak pada operasional dapur.
“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar. Ini memang kesalahan saya,” imbuhnya.
Selain video joget dengan narasi insentif Rp6 juta per hari, rekaman lain yang memperlihatkan aktivitas di dapur tanpa alat pelindung diri (APD) turut menjadi sorotan.
Hendrik menegaskan tidak ada niat untuk melecehkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun masyarakat.
“Tidak ada sedikit pun niat saya melecehkan program pemerintah atau rakyat Indonesia,” tegasnya.
Penghentian operasional ini berdampak langsung pada tenaga kerja di dapur SPPG Pangauban.
Hendrik menyebut sekitar 150 petugas tidak dapat bekerja setelah Lebaran, saat program MBG dijadwalkan kembali berjalan pada 31 Maret 2026.
“Dengan kondisi ini, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja pada tanggal 31 Maret,” katanya.
Ia mengaku prihatin terhadap nasib para pekerja yang sudah bersiap kembali beraktivitas usai libur Lebaran.
Menurutnya, dapur sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk pemesanan bahan makanan.
“Saya sudah PO susu, sudah merancang menu, tapi akhirnya tidak bisa produksi,” ujarnya.
Meski demikian, Hendrik menyatakan menerima keputusan BGN dan kembali meminta maaf kepada berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Nur Wachid