Jawa Pos Radar Lawu - Mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, buka suara usai videonya berjoget sambil menyinggung insentif Rp6 juta per hari viral dan menuai hujatan warganet.
Caption Foto: Dapur SPPG menjadi sorotan setelah viral video mitra MBG yang menyinggung insentif Rp6 juta per hari. (Instagram/@hendrikirawan_d1213mbg)
Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari
Hendrik menjelaskan, insentif Rp6 juta per hari yang ramai dibicarakan bukanlah keuntungan bersih, melainkan bentuk apresiasi pemerintah bagi mitra yang menyediakan dapur SPPG.
Ia mengaku membangun dapur dari nol dengan biaya pribadi.
“Kami membangun dapur yang pertama ini luas banget, hampir 1.000 meter persegi, kami bangun pakai uang saya sendiri,” ujarnya dalam klarifikasi, Selasa, 24 Maret 2026.
“Perlu diketahui, saya membangun SPPG dari tanah kosong, saya bangun tidak pakai uang pemerintah,” lanjutnya.
Klaim Belum Balik Modal
Hendrik menyebut total investasi yang ia keluarkan untuk membangun dapur mencapai Rp3,5 miliar.
Ia juga menegaskan bahwa insentif Rp6 juta tidak diterima setiap hari dalam sebulan penuh.
“Rp6 juta itu bukan kali 30 hari, tapi dikali 24 hari dan semua SPPG mendapatkan semua,” jelasnya.
Menurutnya, hingga saat ini pengelolaan dapur MBG yang ia jalankan masih belum mencapai titik balik modal.
Video Joget Tuai Kritik
Video Hendrik yang berjoget di ruangan berlatar logo Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya viral di media sosial.
Narasi yang beredar menyebut ia bersenang-senang dengan insentif tersebut, sehingga memicu kritik dari warganet.
Hendrik menilai video tersebut disalahartikan karena ditambahkan narasi yang tidak sesuai konteks.
“Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta,” katanya.
Minta Maaf ke Warganet dan Presiden
Dalam klarifikasinya, Hendrik juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“Bilamana ada kata yang menyakiti netizen, saya minta maaf apalagi ini masih dalam suasana lebaran,” ujarnya.
Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya juga memohon maaf kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang mungkin merasa risih,” ucapnya.
Baca Juga: 15 Amalan Ringan di Bulan Syawal yang Berpahala Besar, Lengkap dengan Hikmah dan Keutamaannya
Sempat Ditegur soal Dapur
Dalam unggahan lainnya, Hendrik mengungkap dapur SPPG yang ia kelola di Pangauban, Batujajar, Bandung Barat juga sempat mendapat teguran.
Teguran tersebut terkait layout dapur dari pihak pengawasan wilayah.
Tempuh Jalur Hukum
Merasa dirugikan atas viralnya video tersebut, Hendrik mengaku akan mengambil langkah hukum.
Ia berencana melaporkan dua akun media sosial yang dinilai telah menyebarkan video tanpa izin serta memberikan komentar yang merugikan dirinya.
Langkah tersebut ditempuh untuk meluruskan narasi yang berkembang di publik terkait video joget yang viral.***
Editor : Nur Wachid