Jawa Pos Radar Lawu – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, keluhan datang dari guru di Blitar, Jawa Timur yang harus memindahkan makanan dari kantong SPPG ke plastik sebelum dibagikan kepada siswa.
Keluhan tersebut viral setelah video yang diunggah akun Instagram @jeng_saraz memperlihatkan sejumlah guru memindahkan makanan MBG dari kantong SPPG ke plastik.
Dalam video itu, guru terlihat mengemas ulang makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Ini kalau muridnya banyak, gurunya juga kerja di MBG,” tulis pengunggah dalam keterangan video yang dikutip pada Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, proses tersebut membuat waktu mengajar berkurang karena guru harus membantu membungkus ulang makanan.
“Kayak gini kan menambah pekerjaan guru, waktunya ngajar malah bungkusin MBG,” tulisnya.
Kantong SPPG Harus Dikembalikan
Video lain yang diunggah akun @suhardiayim juga memperlihatkan para guru memindahkan makanan MBG dari kantong ke plastik baru.
Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa kantong tote bag bertuliskan SPPG yang digunakan untuk distribusi makanan harus dikembalikan.
“Semula kantong bertuliskan SPPG sampai ke sekolah kantongnya minta dikembalikan,” tulisnya.
Baca Juga: Google Maps Hadirkan Fitur Canggih untuk Mudik Lebaran 2026, Bisa Cek Tarif Tol dan Hindari Macet
Karena sulit memastikan kantong kembali sepenuhnya, pihak sekolah akhirnya menggunakan plastik biasa untuk membungkus ulang makanan yang akan dibawa pulang oleh siswa.
Namun proses tersebut dinilai justru menambah pekerjaan bagi pihak sekolah.
Usulan Kantong Tambahan
Dalam video yang viral itu, guru juga mengusulkan agar kantong distribusi MBG diberikan dua buah.
Satu kantong digunakan untuk mengantar makanan, sedangkan kantong lainnya diberikan kepada siswa agar tidak perlu dipindahkan ke plastik.
“Niatnya kan hemat plastik, ini harusnya dikasih dua biar satunya dikembalikan dan satunya buat anak-anak,” tulis pengunggah.
Video tersebut kini telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali di media sosial.
Aturan Kemasan dari Badan Gizi Nasional
Berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), distribusi makanan MBG selama Ramadan menggunakan tote bag atau kantong dua warna.
Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menjelaskan bahwa kantong tersebut memang dirancang untuk digunakan kembali pada distribusi berikutnya.
Kantong yang dibawa siswa pulang diharapkan dikembalikan ke sekolah agar dapat diisi kembali dengan menu pada hari berikutnya.
Menurut BGN, sistem tersebut bertujuan mengurangi sampah plastik sekaligus melatih kedisiplinan siswa dalam mengembalikan wadah makanan.***
Editor : Nur Wachid