Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Dugaan MBG Kedaluwarsa di Temanggung, Roti Berjamur hingga Kurma Tak Layak Dikonsumsi

Nur Wachid • Rabu, 4 Maret 2026 | 16:55 WIB

kasus makanan kedaluwarsa dalam paket MBG yang diedarkan SPPG di Temanggung, Jawa Tengah.
kasus makanan kedaluwarsa dalam paket MBG yang diedarkan SPPG di Temanggung, Jawa Tengah.

Jawa Pos Radar Lawu – Dugaan makanan kedaluwarsa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Unggahan akun Instagram @volkinfo pada Rabu, 4 Maret 2026 memperlihatkan paket MBG yang diduga disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti Temanggung.

Dalam unggahan tersebut terlihat roti yang sudah berjamur. Selain itu, terdapat pula kurma yang diduga tidak layak konsumsi karena ditemukan ulat di dalamnya.

“Menu MBG berupa roti berjamur diedarkan, SPPG di Temanggung jadi sorotan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Temuan tersebut memicu kritik dari masyarakat karena makanan itu dibagikan kepada siswa penerima program MBG.

Temuan Awal di PAUD Harapan Bunda

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan makanan kedaluwarsa tersebut pertama kali ditemukan di lokasi distribusi PAUD Harapan Bunda Temanggung pada 23 Februari 2026.

Sejumlah pihak disebut telah menyampaikan keluhan mengenai kualitas makanan yang diterima siswa.

Kasus ini juga memicu pertanyaan publik terkait mekanisme pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.

SPPG Giyanti Dihentikan Sementara

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengambil langkah dengan menghentikan sementara operasional SPPG Giyanti.

Baca Juga: Curhat WNI Asal Gresik di Jerman, Cemas Tak Bisa Pulang Jika Negara Eropa Itu Ikut Perang Israel vs Iran

Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, menyampaikan penghentian dilakukan selama tujuh hari sejak 2 Maret 2026.

“SPPG Giyanti dihentikan seminggu, mulai hari ini, 2 Maret 2026,” ujar Tri Winarno dalam pernyataan resminya.

Sampel Diuji di Laboratorium

Tri Winarno menjelaskan bahwa sampel makanan yang dipermasalahkan telah dikirim ke laboratorium di Yogyakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan baru akan keluar pada 5 Maret 2026.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa evaluasi dilakukan bukan semata mencari kesalahan, tetapi untuk memperkuat tata kelola program agar berjalan sesuai tujuan.

Transparansi Menu MBG Ditekankan

Pemkab Temanggung juga meminta setiap SPPG menyampaikan informasi menu secara terbuka, termasuk kandungan gizi, jumlah kalori, serta harga makanan yang disajikan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

“Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas publik,” tulis Pemkab Temanggung melalui akun Instagram resminya.***

Editor : Nur Wachid
#Mbg #temanggung #kedaluwarsa #SPPG