Jawa Pos Radar Lawu – Momen tak biasa anak-anak sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, viral di media sosial. Mereka harus menunggu pesawat lepas landas atau mendarat sebelum bisa melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
Video tersebut pertama kali beredar melalui akun Instagram @ussfeeds pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam tayangan itu, terlihat sejumlah siswa berseragam sekolah berdiri tertib di tepi landasan pacu Bandar Udara Karubaga, Distrik Karubaga.
Bandara tersebut memang berada dekat dengan permukiman warga dan sekolah, sehingga akses menuju ruang belajar harus melintasi area yang juga difungsikan sebagai runway.
Menunggu Area Clear Sebelum Menyeberang
Dalam video yang beredar, anak-anak tampak sabar menunggu hingga pesawat benar-benar menjauh dan situasi dinyatakan aman oleh petugas bandara.
"Momen ini mulanya beredar dari akun @yauw_1990 memperlihatkan anak-anak berseragam sekolah berdiri di tepi runway, menunggu situasi dinyatakan aman oleh petugas," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Setelah pesawat lepas landas dan area dinyatakan clear, para siswa berjalan beriringan menuju sekolah terdekat.
Rutinitas ini disebut menjadi bagian dari keseharian mereka saat berangkat maupun pulang sekolah.
Berasal dari Sekolah di Sekitar Bandara Karubaga
Diketahui, beberapa siswa dalam video tersebut berasal dari SD YPPGI Karubaga serta sekolah dasar negeri yang berada di sekitar bandara.
Keberadaan landasan pacu yang menyatu dengan akses jalan warga membuat aktivitas penerbangan harus didahulukan demi keselamatan.
Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi gambaran nyata tantangan pendidikan di wilayah terpencil Papua Pegunungan.
Warganet Tersentuh, Soroti Akses Pendidikan di Daerah Terpencil
Hingga Jumat, 20 Februari 2026 pukul 08.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 51 ribu pengguna Instagram.
Banyak warganet menyampaikan doa dan dukungan untuk anak-anak tersebut.
"Sehat-sehat adik, teruslah belajar hingga kelak menjadi pemimpin di negeri ini," tulis narasi dalam video.
"Sehat dan bahagia selalu adik-adik," komentar akun @denafifa.
"Semangat menuntut ilmu adik-adik, jadilah hebat kelak di masa depan," tulis akun @ffizza.
Sebagian lainnya menilai kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam pemerataan akses pendidikan dan infrastruktur di daerah terpencil.
Gambaran Nyata Perjuangan Pendidikan di Papua
Momen ini menjadi potret bagaimana semangat belajar tetap menyala meski harus menghadapi kondisi yang tidak biasa.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses, anak-anak SD di Tolikara tetap berangkat sekolah setiap hari, meski harus menunggu pesawat melintas terlebih dahulu.
Video tersebut kini terus dibagikan ulang dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, sekaligus mengingatkan publik akan realitas pendidikan di pelosok negeri.
Editor : Nur Wachid