Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banjir Terjang 9 Kecamatan di Grobogan, Air Naik Cepat sampai Sejendela Rumah Warga

Nur Wachid • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:15 WIB
Caption Foto: Cerita warga saat banjir menggenangi area permukimannya di Grobogan.
Caption Foto: Cerita warga saat banjir menggenangi area permukimannya di Grobogan.

Jawa Pos Radar Lawu - Bencana banjir melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Senin pagi, 16 Februari 2026. Sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga 1 meter.

Banjir dilaporkan mulai memasuki area permukiman warga sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Di beberapa titik, air naik cepat hingga membuat warga kesulitan menyelamatkan barang dan meminta pertolongan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat sembilan kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan.

Cerita Warga Desa Karangraharjo, Air Bisa Menenggelamkan Orang Dewasa

Dalam unggahan akun Instagram @kabar.grobogan pada Senin, 16 Februari 2026, seorang warga Desa Karangraharjo, Kecamatan Pulokulon, membagikan kondisi rumahnya yang terendam banjir.

Warga tersebut menyebut air banjir naik sangat tinggi, bahkan diperkirakan bisa menenggelamkan orang dewasa jika berada di jalan.

“Ini rumah tetangga bagian utara, mungkin udah sedada tingginya. Rumahku ini tinggi, ini kalau orang di jalan, mungkin udah tenggelam,” ucap perekam video.

Ia juga menyebut di bagian barat wilayahnya, air diperkirakan sudah mendekati atap rumah dan warga terjebak tanpa bantuan.

“Terus yang di bagian barat sana mungkin udah di atap rumah, udah nggak bisa keluar, belum ada yang nolongin,” imbuhnya sambil terisak.

Air Banjir Membentuk Arus, Warga Ungkap Kerabat Minta Bantuan Dijemput

Selain menggenangi rumah warga, banjir di Grobogan juga terungkap membentuk arus yang cukup deras.

Baca Juga: 11 Inspirasi Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 Penuh Makna, Cocok untuk Medsos dan Grup WhatsApp

“Itu (arusnya) masih deras banget, soalnya tetanggaku yang di utara tadi nanya apakah listriknya udah padam. Orangnya minta bantuan untuk dijemput, soalnya udah tinggi, udah sejendela,” imbuh perekam video.

Kondisi tersebut membuat evakuasi menjadi sulit, terutama bagi warga yang tinggal di titik terendah permukiman.

Warga Perumahan Permata Hijau: Pukul 07.00 WIB Air Masih Terus Naik

Dalam unggahan lain, warga di Perumahan Permata Hijau menyebutkan bahwa sampai pukul 07.00 WIB, air masih belum berhenti naik.

“Perumahan Permata Hijau, hari ini tanggal 16 Februari 2026, jam 7 pagi, air sepertinya masih terus naik, sedikit-sedikit,” ucap perekam video.

BPBD Grobogan Catat Ketinggian Air 20 Cm hingga 1 Meter

BPBD Grobogan mencatat tinggi muka air sekitar 20-30 sentimeter di Kecamatan Kedungjati, tepatnya di Desa Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, dan Kalimaro.

Sementara di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, ada tiga dusun terdampak banjir setinggi 30-50 sentimeter, yakni Dusun Sasak, Tegalrejo, dan Bantengan. BPBD menyebut kondisi di wilayah tersebut sudah berangsur surut.

Di sisi lain, banjir dengan ketinggian hingga 1 meter terjadi di Kelurahan Kalongan, Perumahan Permata Hijau Kalongan. Namun, dilaporkan mulai mengalami surut.

Penyebab Banjir Tak Hanya Luapan Sungai, Ada Tanggul Jebol

BPBD menyebut penyebab banjir di beberapa desa dan dusun tak hanya dari luapan air sungai.

Salah satu pemicu banjir adalah jebolnya tanggul Sungai Jajar, yang membuat air meluber cepat ke area permukiman.

Baca Juga: Profil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Piprim Basarah Yanuarso yang Mengaku Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin

BPBD Lakukan Evakuasi di Sejumlah Titik

Atas kejadian ini, BPBD Grobogan telah melakukan evakuasi warga di sejumlah lokasi terdampak banjir.

Beberapa titik evakuasi yang disebutkan meliputi Perumahan Janur Kuning Desa Tambirejo, Perumahan Permata Hijau Kelurahan Kalongan, Mekarsari Danyang, serta Jalan Tentara Pelajar Kecamatan Purwodadi.

Banjir Grobogan kali ini kembali menjadi perhatian publik karena terjadi mendadak sejak dini hari, saat banyak warga masih terlelap dan belum sempat menyelamatkan diri maupun barang berharga.

Editor : Nur Wachid
#cerita warga #banjir #grobogan #jawa tengah #bpbd grobogan