Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Perjuangan Anak Sekolah di Sulteng, Tiap Hari Nyebrang Sungai: “Lebih Butuh Jembatan!”

Nur Wachid • Senin, 16 Februari 2026 | 18:47 WIB
Siswa dan guru di Sulawesi Tengah harus menyeberangi sungai saat pergi sekolah.
Siswa dan guru di Sulawesi Tengah harus menyeberangi sungai saat pergi sekolah.

Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah unggahan viral di media sosial kembali menyentil realita pendidikan di pelosok Indonesia. Kali ini, datang dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @najib_nadir, tampak sejumlah siswa dan guru harus menyeberangi sungai cukup lebar demi bisa sampai ke sekolah.

Lokasi sekolah yang dimaksud adalah SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong.

Video tersebut viral karena memperlihatkan betapa akses menuju sekolah masih jauh dari kata aman, bahkan untuk kebutuhan paling dasar.

Subjudul: Siswa dan Guru Harus Menyeberang Sungai Demi Bisa Sampai Sekolah
Dalam video itu, para siswa terlihat berjalan beriringan menyeberangi sungai. Beberapa tampak ragu-ragu, sementara arus air terlihat cukup deras di beberapa titik.

Unggahan ini memantik simpati warganet karena menampilkan kondisi yang masih terjadi di 2026, ketika sebagian daerah lain sudah menikmati fasilitas pendidikan yang jauh lebih layak.

Guru Curhat, Lebih Butuh Jembatan daripada MBG

Dalam keterangan video, guru yang mengunggah konten tersebut menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan utama di wilayah terpencil.

“Bantu kami tag pemerintah, kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja, Pak,” tulisnya, dikutip Senin, 16 Februari 2026

Ia juga merekam momen saat dirinya bertanya kepada siswa yang sedang menyeberang sungai.

“Lebih butuh jembatan atau MBG?” tanyanya.

Anak-anak kompak menjawab, “Jembatan.”

Alasan MBG Sulit Masuk, Akses Sekolah Terlalu Terpencil

Dalam unggahan lanjutan, guru tersebut menegaskan bahwa perbandingan antara MBG dan jembatan bukan untuk menyudutkan pihak mana pun.

Ia menyebut, sekolah tempatnya mengajar berada di pelosok yang sulit dijangkau oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Postingan ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, Pemerintah Pusat ada 2 program MBG dan jembatan, kebetulan kami berada di pelosok yang sulit diakses SPPG,” jelasnya.

Ia berharap, jika program MBG belum bisa masuk, maka akses jembatan setidaknya bisa direalisasikan lebih dulu demi keselamatan siswa.

Arus Sungai Bisa Deras, Guru Mengaku Seperti Menantang Nyawa

Dalam video lain yang lebih dulu diunggah pada 8 Januari 2026, terlihat para guru harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

Air sungai berwarna cokelat dan arusnya cukup deras. Para guru terlihat menenteng sepatu dan tas agar tidak basah.

“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya.

Ia juga menyebut, saat hujan turun, kekhawatiran siswa semakin besar karena potensi sungai meluap.

“Siswa kami tidak tenang belajar saat hujan karena takut sungai meluap,” imbuhnya.

Viral dan Banjir Dukungan, Warganet Minta Pemda Turun Tangan

Unggahan tersebut kini sudah diputar lebih dari 220 ribu kali. Warganet ramai-ramai memberikan dukungan serta mendoakan agar akses jembatan segera dibangun.

Beberapa komentar warganet di antaranya:

“Nggak tega liatnya, semoga pemerintah bisa cepat ngebantu kalian ya,” tulis akun @ult********t.

“Bukan pilih yang mana, nggak ada yang salah dari video, cuma perlu dilihat kebutuhan yang mendesak,” tulis akun @alk*********e.

“Semangat, sehat selalu. Nangis lihat akses jalan seperti ini,” tulis akun @eni********i.

Tak sedikit pula warganet menyoroti peran pemerintah daerah, mulai tingkat desa hingga provinsi, agar segera memberikan solusi.

Subjudul: Jembatan Dinilai Jadi Kebutuhan Paling Mendesak
Viralnya video ini kembali menegaskan bahwa akses pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku pelajaran.

Bagi siswa di wilayah terpencil seperti Parigi Moutong, akses aman menuju sekolah adalah kebutuhan utama yang menentukan apakah anak-anak bisa belajar tanpa rasa takut.

Jika jembatan penghubung dibangun, perjalanan siswa dan guru tidak lagi dipertaruhkan setiap kali hujan turun atau arus sungai meninggi.

Editor : Nur Wachid
#pendidikan indonesia #sulawesi tengah #jembatan #viral #parigi moutong