Jawa Pos Radar Lawu - Menyambut bulan Ramadan tahun ini terasa berat bagi penyintas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 lalu.
Hampir tiga bulan berlalu sejak banjir bandang disertai tanah longsor, banyak warga terdampak yang masih bertahan dalam kondisi serba terbatas, termasuk di Aceh Tamiang.
Kisah pilu menyambut Ramadan pascabencana itu diungkapkan salah satu warga Aceh Tamiang dalam video yang viral di media sosial.
Curahan Hati Warga Aceh Tamiang Jelang Ramadan
Dalam video yang diunggah akun Instagram @adjie.apk pada Jumat, 13 Februari 2026, warga tersebut menceritakan kebiasaan Ramadan yang biasanya dilakukan setiap tahun.
Salah satunya adalah persiapan sahur yang sudah dimulai sejak malam sebelumnya.
“Biasanya kami teringat kalau sahur di rumah, sebelum tidur udah masak nasi, nanti apa yang di kulkas tinggal kita masak,” ucap warga tersebut.
Namun, kondisi pascabanjir membuat rutinitas sederhana itu sulit terulang.
Kulkas Hilang, Bahan Makanan Tak Bisa Disimpan
Warga tersebut menjelaskan, pascabanjir banyak perabot rumah tangga yang hilang atau rusak, termasuk kulkas.
Akibatnya, bahan makanan seperti ikan tidak bisa disimpan lama.
“Kalau sekarang pun kulkas tak ada, jadi kami kayak mana nyimpan-nyimpan ikan, nggak bisa. Harus langsung dimasak,” imbuhnya.
Kondisi ini membuat warga harus memasak cepat agar bahan makanan tidak membusuk.
Berharap Ada Bantuan Dapur Umum
Lebih lanjut, warga tersebut mengaku sangat berharap dapur umum kembali dibuka saat Ramadan.
“Kita mengharapkan dapur umum lah, Bu. Kalau ingat itu, kami nggak sanggup,” ujarnya sambil terisak nangis.
Ia menuturkan, dapur umum sangat dibutuhkan karena kondisi ekonomi warga belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, sejumlah relawan yang sebelumnya membantu warga terdampak banjir juga mulai meninggalkan lokasi, sehingga beberapa dapur umum yang sempat aktif kini mulai tutup.
Kondisi Permukiman Mulai Bersih dari Lumpur
Di sisi lain, kondisi permukiman warga di Aceh Tamiang pada H-5 Ramadan dilaporkan sudah mulai lebih bersih dari lumpur bekas banjir.
Sebagian lumpur mulai mengering, bahkan menimbulkan debu saat warga beraktivitas.
“Ini Alhamdulillah di kompleks BTN Satelit Graha sudah bersih, dibantu adik-adik IPDN dan hari ini (Kamis, 12 Februari 2026) mereka terakhir,” ujar pemilik akun dalam video yang diunggah pada Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut keterangannya, para siswa IPDN banyak membantu pembersihan parit di sekitar area permukiman.
“Kondisi kemarin ini parit sedikit tertimbun, ini jalur parit sudah dikorek adik-adik IPDN, luar biasa. Ini mereka yang turun langsung membersihkan parit,” lanjutnya.
“Sudah banyak perubahan, dari yang awalnya tergenang, tidak bisa dilewati, sekarang bisa dilewati. Sekarang sudah jauh lebih membaik, Alhamdulillah,” tuturnya.
Editor : Nur Wachid