Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Warga Balongjeruk Menolak Bongkar Patung Macan Putih, Malah Rencanakan CFD di Lokasi, Apa Alasannya?

Nur Wachid • Jumat, 2 Januari 2026 | 01:50 WIB
Patung Macan Putih
Patung Macan Putih

Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena warga Balongjeruk menolak bongkar patung macan putih menjadi perbincangan luas setelah monumen tersebut viral di media sosial.

Banyak pihak mempertanyakan apa alasan warga tetap mempertahankan patung macan putih Balongjeruk meski sempat menuai pro dan kontra.

Dari hasil musyawarah, apa alasan warga Balongjeruk menolak bongkar patung macan putih berkaitan dengan dampak ekonomi dan ramainya kunjungan masyarakat.

Bahkan, sebagai tindak lanjut, warga Balongjeruk rencanakan CFD di lokasi patung macan putih untuk menghidupkan ruang publik desa.

Viral dan Pro-Kontra Soal Patung Macan Putih Balongjeruk

Sebuah patung macan putih Balongjeruk di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendadak viral karena bentuknya yang dinilai tak sesuai ekspektasi warganet.

Sejak foto dan video monumen itu tersebar, warga luar daerah berdatangan untuk melihat langsung dan berfoto di sekitar patung tersebut, menjadikannya semacam objek wisata dadakan.

Awalnya, ada rencana dari pihak desa untuk merobohkan patung tersebut menyusul pro kontra soal estetika dan kesesuaian dengan ciri macan asli.

Namun, hasil rapat warga akhirnya memutuskan warga Balongjeruk menolak bongkar patung macan putih karena dampak kehadirannya terhadap kunjungan warga dan potensi ekonomi kecil bagi pedagang lokal.

Alasan Warga Mempertahankan Patung

Menurut Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, keputusan mempertahankan monumen itu diambil setelah mendengar berbagai pendapat dari warga yang pro maupun kontra.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa patung macan putih Balongjeruk justru memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, terutama dengan meningkatnya kunjungan pengunjung yang ingin melihat patung tersebut secara langsung.

Bentuk patung yang unik bahkan dianggap lebih mirip zebra, kuda nil, atau kapibara oleh sebagian warganet justru turut menarik perhatian publik sehingga membuat lokasi tersebut ramai dikunjungi dan dibicarakan di sejumlah platform media sosial.

Rencana CFD dan Pengembangan Lokasi

Tak hanya memilih untuk mempertahankan patungnya, warga Balongjeruk rencanakan CFD di lokasi patung macan putih sebagai bagian dari upaya memaksimalkan manfaat area tersebut bagi publik.

Rencana ini diharapkan dapat menjadi sarana berkumpul yang positif bagi masyarakat sekaligus memperluas potensi kunjungan wisata lokal.

Car Free Day (CFD) biasanya menjadi ajang beraktivitas di ruang publik seperti olahraga, bazar, atau pembinaan komunitas, dan warga berharap kegiatan serupa di sekitar patung macan putih dapat menambah kenyamanan sekaligus menjadikan ikon desa lebih berfungsi sebagai ruang publik yang hidup. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#warga Balongjeruk #rencanakan CFD #menolak bongkar patung macan putih #alasan