Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Data Akademik Alumni UHO Kendari Diduga Disalahgunakan, Ijazah Jadi Tak Valid di PDDikti

Nur Wachid • Jumat, 2 Januari 2026 | 03:15 WIB

Data Akademik Alumni UHO Kendari Diduga Disalahgunakan, Ijazah Jadi Tak Valid di PDDikti (X: jogjastudent)
Data Akademik Alumni UHO Kendari Diduga Disalahgunakan, Ijazah Jadi Tak Valid di PDDikti (X: jogjastudent)

Jawa Pos Radar Lawu - Seorang alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami masalah serius setelah namanya tiba-tiba berubah dan diganti dengan identitas orang lain di sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Kasus yang viral di media sosial ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan data akademik nasional dan dampaknya terhadap karier lulusan perguruan tinggi.

Korban, Ayu Amanda Putri (26), lulusan Teknik Sipil angkatan 2017, kaget mengetahui bahwa di laman PDDikti namanya telah berubah menjadi seorang pria bernama Basri, walaupun Nomor Induk Mahasiswa (NIM) tetap miliknya.

Kondisi ini membuat ijazah yang diperjuangkannya selama empat tahun tidak terdaftar secara sah di PDDikti, sehingga statusnya dianggap nonaktif oleh sistem.

Ayu mengungkapkan kekecewaannya karena perubahan data itu membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan sesuai latar pendidikannya.

Ia bahkan harus mengambil sertifikasi lain seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk bisa bekerja, karena ijazahnya tidak terbaca secara resmi oleh calon pemberi kerja yang memeriksa data di PDDikti.

Pihak kampus UHO Kendari pun buka suara soal persoalan ini. Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman, menyatakan bahwa perubahan data di PDDikti berada di luar kewenangan internal kampus.

Menurutnya, universitas hanya mengirimkan data akademik lewat feeder ke pusat PDDikti, sementara pengelolaan tampilan data sepenuhnya berada pada admin PDDikti di pusat.

Kasus perubahan nama alumni secara ilegal ini bukan pertama kali terjadi menurut keterangan kampus.

UHO mengakui sudah beberapa kali menerima laporan serupa, meski detailnya belum diungkap secara publik.

Mereka menyampaikan bahwa pihak kampus telah meneruskan permohonan perbaikan data yang diajukan Ayu ke admin PDDikti, namun hingga kini belum ada perubahan yang terjadi.

Masalah ini kemudian memicu sorotan luas dari warganet dan komunitas pendidikan tentang pentingnya keamanan sistem data nasional.

Pengguna media sosial mengingatkan bahwa kesalahan atau penyalahgunaan data akademik seperti ini bisa berdampak panjang, termasuk pada peluang karier, pendaftaran pegawai negeri sipil, dan status akademik lulusan lainnya. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Pangkalan Data Pendidikan Tinggi #viral #universitas halu oleo