Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro Berakhir Ricuh, Orang Tua Serbu Gedung, Apa Pemicunya?

Nur Wachid • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:45 WIB
Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro
Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro

Jawa Pos Radar Lawu - Gelaran Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro berubah kacau setelah suasana kompetisi berakhir ricuh akibat membludaknya peserta dan wali murid.

Kericuhan memuncak ketika orang tua serbu gedung lantaran menilai hasil penilaian tidak transparan.

Dalam kondisi penuh desakan dan kepanikan itu, banyak siswa ketakutan hingga lomba terpaksa dihentikan.

Insiden ini memunculkan pertanyaan besar: apa pemicunya hingga ajang pendidikan bisa berubah menjadi kerusuhan?

Pelaksanaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI di Bojonegoro pada Minggu (7/12/2025) berakhir ricuh, setelah ribuan peserta dan orang tua terpantau panik dan saling berebut saat pengumuman hasil level awal.

Kegaduhan dipicu oleh kekecewaan beberapa orang tua atas hasil penilaian yang dianggap tidak adil.

Menurut penyelenggara, ada dua orang tua yang memprotes hasil dan masuk ke dalam gedung secara paksa dan gerakan mereka diikuti oleh banyak wali murid lain sehingga suasana menjadi ricuh.

Situasi makin kacau ketika sesi lomba dilanjutkan: banyak peserta yang sudah ikut level 1 dan 2 menjadi ketakutan saat para orang tua berdesakan di pintu keluar.

Anak-anak menangis, beberapa guru pembina kebingungan, dan panitia akhirnya memutuskan untuk menghentikan seluruh rangkaian lomba termasuk level 2 dan 3.

Polisi dari Polsek Bojonegoro Kota segera turun tangan mengamankan panitia penyelenggara Saryta Management serta menenangkan peserta dan orang tua.

Ketua panitia bersama pemilik Saryta Management dibawa untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, ‎Nurul Azizah selaku Wakil Bupati Bojonegoro mengecam pelaksanaan acara tersebut.

Ia menegaskan bahwa panitia dinilai lalai karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan/atau pihak madrasah, sehingga patut disalahkan atas kekacauan ini.

Karena lomba batal dilanjutkan dan banyak peserta yang terpaksa pulang tanpa mendapatkan kesempatan mengikuti seluruh tahapan, panitia kini berjanji akan mengembalikan uang pendaftaran senilai Rp 55.000 per peserta kepada seluruh pendaftar.

Insiden ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari orang tua dan guru banyak pihak menilai bahwa acara yang seharusnya membina semangat akademik bagi siswa SD/MI, berubah menjadi sumber trauma bagi anak-anak.

Sejumlah sekolah yang ikut mendaftar menyatakan akan mengevaluasi ulang keikutsertaan di lomba-lomba serupa ke depan. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#bojonegoro #apa pemicunya #ricuh #olimpiade matematika