Jawa Pos Radar Lawu — Sebuah ledakan keras menggemparkan kawasan Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Minggu sore. Seorang pemulung bernama Hidayatullah (27) tewas tragis setelah benda logam yang ia gerinda tiba-tiba meledak dan menghancurkan bagian rumah yang menjadi lokasi kejadian.
Peristiwa bermula ketika korban menemukan sebuah benda logam berbentuk silinder saat memulung pada dini hari. Mengira benda tersebut hanyalah besi tua yang bisa dijual, ia membawanya pulang. Menjelang siang, korban memutuskan memotong benda itu menggunakan gerinda elektrik di rumah mertuanya.
Saat proses pemotongan berlangsung, dentuman keras terdengar hingga ke beberapa rumah di sekitar lokasi. Ledakan tersebut langsung merenggut nyawa korban di tempat. Warga yang panik segera berdatangan, sementara sebagian lainnya menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama berselang, petugas Polsek Babelan bersama tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya tiba di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, benda tersebut diduga kuat merupakan mortir yang masih aktif. Tim penjinak bom segera melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain di sekitar tempat kejadian.
Proses evakuasi berlangsung ketat, mengingat ledakan ini bisa saja berdampak lebih luas jika mortir memiliki daya ledak lebih besar. Jajaran Inafis juga diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan bukti terkait peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian masih menyelidiki asal-usul mortir tersebut, termasuk kemungkinan benda itu merupakan sisa munisi lama yang tersisa di lingkungan permukiman. Warga diminta melapor jika menemukan benda mencurigakan, terutama yang berbentuk proyektil atau logam bersirip.
Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa benda temuan, apa pun bentuknya, bisa menyimpan risiko besar jika diperlakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Aparat mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menghindari memotong, membakar, atau mencoba membongkar benda logam yang tidak diketahui fungsinya. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid