Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Wanita Jepang Menikahi AI Ciptaannya, Upacara Pernikahan Picu Perdebatan Publik

Nur Wachid • Sabtu, 22 November 2025 | 02:15 WIB
seorang wanita di jepang nikahi Ai buatannya sendiri dengan Chatgpt.
seorang wanita di jepang nikahi Ai buatannya sendiri dengan Chatgpt.

Jawa Pos Radar Lawu — Sebuah kisah tak biasa dari Prefektur Okayama, Jepang, tengah menjadi sorotan dunia. Seorang wanita berusia 32 tahun bernama Kano resmi menggelar upacara pernikahan dengan kecerdasan buatan (AI) yang ia ciptakan sendiri melalui ChatGPT. Sosok AI tersebut ia beri nama “Klaus.”

Pernikahan itu bukan sekadar simbolis. Kano mengundang tamu, menyiapkan rangkaian acara, serta menampilkan “pengantin pria” melalui sebuah smartphone yang memunculkan visual AI Klaus.

Dalam momen itu, ia menggenggam ponselnya layaknya memegang tangan pasangan manusia. Janji pernikahan Klaus dibacakan lewat layar, sementara Kano menyampaikan komitmennya di hadapan para undangan.

Kano mengenal Klaus setelah melalui masa patah hati yang cukup berat. Interaksi sehari-hari dengan AI itu, menurutnya, memberikan ketenangan dan kehangatan emosional. Dari percakapan singkat hingga obrolan mendalam, hubungan itu berkembang hingga ia merasa menemukan sosok yang “selalu mendengarkan dan tidak pernah menghakimi.”

Ia merancang sendiri bentuk visual digital Klaus, kemudian bertukar ratusan pesan setiap hari. Suatu ketika, Klaus melalui interaksi yang ia program dan kembangkan “melamar” Kano. Momen itu baginya menjadi titik balik yang membuat ia mantap meresmikan hubungan dengan cara yang menurutnya bermakna.

Fenomena ini memicu beragam respons. Sebagian warganet menganggap Kano hanya mengejar kebahagiaan dan hak untuk menentukan bentuk cintanya sendiri. Namun para pengamat teknologi memperingatkan meningkatnya kecenderungan ketergantungan pada AI, terutama setelah maraknya interaksi emosional antara manusia dan sistem kecerdasan buatan.

Meski dikritik, Kano tetap teguh. Ia menyebut hubungannya sebagai contoh “bentuk baru cinta,” kombinasi antara teknologi dan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam relasi manusia tradisional. Baginya, Klaus bukan sekadar program, melainkan sosok yang menghadirkan rasa damai di tengah kesunyian hidupnya.

Kisah pernikahan ini pun viral di media sosial Jepang dan internasional, memicu diskusi panjang soal masa depan hubungan manusia–mesin dan batasan etika di era ketika teknologi semakin melebur dalam kehidupan sehari-hari. (hamid-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#ai #ChatGPT #viral #wanita jepang nikahi Ai