Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dosen Untag Ditemukan Tewas Mendadak, Polisi Temukan Hubungan dengan AKBP B

Nur Wachid • Kamis, 20 November 2025 | 20:45 WIB
Alm Dwinanda Linchia Levi (Dosen Untag)
Alm Dwinanda Linchia Levi (Dosen Untag)

Jawa Pos Radar Lawu - Kasus Dosen Untag Ditemukan Tewas Mendadak di sebuah hotel Semarang menarik perhatian publik.

Penemuan ini menjadi sorotan karena korban ditemukan bersama seorang perwira Polri berpangkat AKBP.

Polisi kini mengungkap adanya hubungan dengan AKBP B, yang memicu berbagai dugaan dari mahasiswa dan alumni.

Kejanggalan di lokasi kejadian membuat desakan transparansi pemeriksaan semakin kuat.

Fakta Utama

Seorang dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang bernama Dwinanda Linchia Levi (D, 35) ditemukan tewas dalam kamar hotel di Gajahmungkur, Semarang, pada 17 November 2025.

Jenazah dilaporkan pertama kali oleh seorang perwira Polri berpangkat AKBP, berinisial B (56), yang berada di lokasi bersama korban.

Polisi menyatakan bahwa visum luar awal tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polda Jawa Tengah kini mengambil alih kasus, sambil mendalami “hubungan sebenarnya” antara korban dan AKBP B.

Kronologi Penemuan

Korban ditemukan di kamar 210 sebuah hotel di Jalan Telaga Bodas Raya, Kelurahan Karangrejo, Gajahmungkur, sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut Kapolsek Gajahmungkur, korban berada satu kamar dengan pria inisial B.

Setelah jasadnya ditemukan, AKBP B melapor ke resepsionis dan Polsek Gajahmungkur.

Riwayat Kesehatan Korban

Baca Juga: Patung Soekarno di Alun-Alun Indramayu Viral Karena Leher Terlihat Miring, Diduga Tertimpa Tenda

Berdasarkan laporan keluarga dan pemberitaan, korban memiliki riwayat kesehatan serius: dua hari sebelum meninggal (15–16 November) dia dirawat karena tekanan darah tinggi dan gula darah sangat tinggi.

Setelah kondisinya membaik, dia kembali ke kamar indekos-hotel tempat tinggalnya.

Hubungan dengan AKBP B

Identitas AKBP B terungkap sebagai Basuki, perwira Polda Jawa Tengah yang menjabat sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta.

Komunitas alumni Untag mencurigai adanya hubungan spesial antara korban dan AKBP B karena keberadaannya di kamar saat kematian serta fakta bahwa keduanya tercatat di alamat yang sama dalam dokumen identitas.

Penanganan Etik Polri

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng menyatakan AKBP Basuki dipatsus (penempatan khusus) selama 20 hari terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Salah satu dugaan etika adalah “tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan sah”.

Reaksi Publik & Mahasiswa

Mahasiswa Untag dan alumni menunjukkan kecurigaan tinggi terkait kasus ini.

Baca Juga: Semeru Mendadak Erupsi Kuat, Terungkap Penyebab Kenaikan Status Level IV!

Mereka menuntut penyelidikan yang terbuka dan objektif, dan menolak jika ada upaya menutup-nutupi karena status AKBP B.

Kesimpulan

Kematian mendadak dosen Untag di kamar hotel menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab, terutama menyangkut sosok AKBP B yang menjadi saksi kunci.

Walaupun visum awal tidak menunjukkan kekerasan fisik, penyelidikan lanjutan terus berjalan untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya.

Penempatan khusus terhadap AKBP B oleh Propam Polda Jateng menunjukkan bahwa dugaan pelanggaran etika tak bisa diabaikan.

Tekanan publik dari mahasiswa dan alumni menegaskan tuntutan agar kasus ini diusut secara transparan dan adil. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#tewas #polisi #Dosen Untag #Mengungkap #adanya hubungan dengan AKBP B