Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kasus Selebgram dan Anak SMP: Wajah Lain Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Nur Wachid • Kamis, 13 November 2025 | 00:15 WIB

Viral Selebgram Tuban pacari anak SMP
Viral Selebgram Tuban pacari anak SMP

Jawa Pos Radar Lawu - Publik digegerkan oleh kabar bahwa selebgram bernama Mas Gunawan dituding memiliki hubungan dengan seorang anak SMP di wilayah Tuban.

Kasus ini menuai kecaman luas karena dianggap mencerminkan pola manipulasi pada anak yang sering makin marak di era digital.

Selain kasus ini, pakar keamanan digital dan perlindungan anak memperingatkan bahwa kegiatan online, media sosial, dan kontak tak terduga menjadi pintu masuk untuk child grooming.

Apa Itu Child Grooming?

Baca Juga: Bansos Tidak Cair? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya agar Bantuan Segera Masuk Rekening

Child grooming adalah proses di mana seseorang (biasanya dewasa) melakukan pendekatan secara hati-hati dan sistematis kepada anak atau remaja untuk mendapatkan kepercayaan mereka dan keluarga, dengan tujuan memanipulasi atau mengeksploitasi anak tersebut, baik secara emosional maupun seksual.

Modus grooming bisa berlangsung secara langsung ataupun melalui internet/media sosial.

Modus & Tanda-Tanda yang Biasa Terjadi

Beberapa langkah umum yang dilakukan oleh pelaku grooming:

1. Pelaku memilih anak yang rentan: misalnya yang kurang perhatian, kesepian, atau mudah digenggam secara emosional.

2. Pelaku membangun relasi dekat, memberi perhatian, hadiah, atau merasa “spesial” bagi sang anak.

3. Perlahan pelaku bisa menurunkan batasan fisik atau emosional: mulai dari chat yang intens, kemudian isolasi, lalu eksposur ke perilaku yang tidak pantas.

4. Anak kemudian diposisikan agar patuh atau takut untuk melapor, karena rasa hubungan spesial dengan pelaku atau takut efek buruk bila berbicara.

Kenapa Kasus Tuban Ini Perlu Diangkat?

Kasus selebgram di Tuban memperlihatkan skema yang mirip: figur publik dewasa menggunakan kedekatan dengan anak di bawah umur, yang secara etika dan hukum sangat bermasalah.

Kecaman publik muncul karena anak SMP belum secara psikologis maupun legal dianggap matang bermitra hubungan setara dengan orang dewasa.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana figur dewasa bisa memanfaat¬kan media sosial atau kemiripan kedekatan untuk menerobos batas-batas perlindungan anak.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk melindungi anak dari risiko grooming:

1. Orang tua dan pengasuh harus aktif memantau aktivitas online anak: siapa yang dia chat, siapa teman baru, bagaimana profil media sosial mereka.

2. Anak harus diajari batasan yang sehat: bahwa tidak semua yang “terlalu peduli” itu baik, dan bahwa mereka memiliki hak untuk menolak kontak yang membuatnya merasa tak nyaman.

3. Edukasi tentang tanda-tanda grooming penting: hadiah tak terduga, waktu bersama yang terlalu sering dengan orang dewasa, rahasia yang dipaksakan, isolasi dari keluarga.

4. Jika ada indikasi atau anak mengungkap pengalaman yang mencurigakan, segera cari bantuan profesional (psikolog anak) dan laporkan ke pihak berwajib.

Kasus Tuban serta pemahaman child grooming menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan kolektif: bukan hanya anak, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat harus tanggap. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#child grooming #tuban #Mas Gunawan