Jawa Pos Radar Lawu - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menyoroti perilaku pendakwah muda Gus Elham yang belakangan viral karena terekam mencium anak perempuan dalam sebuah kegiatan keagamaan.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, terlebih oleh sosok yang memiliki pengaruh di masyarakat.
Menurut Syafi’i, seorang tokoh agama seharusnya menjadi panutan dengan menjaga adab dan etika di hadapan publik, apalagi ketika berinteraksi dengan anak-anak.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga batasan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap dunia dakwah.
Kementerian Agama sendiri memiliki pedoman yang menegaskan pentingnya lingkungan pendidikan dan kegiatan keagamaan yang ramah anak.
“Pendakwah atau pengajar agama perlu memahami kode etik agar tidak terjadi tindakan yang menimbulkan keresahan,” ujar Wamenag.
Kasus ini memicu reaksi beragam di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga dapat memberi contoh yang keliru bagi jamaah.
Wamenag berharap kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bagi para pendakwah agar lebih berhati-hati dalam bersikap. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid