Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Penemuan Bayi dalam Ransel Kondisi Mutut DIlakban, Pelaku Orang Tua Sendiri!

Nur Wachid • Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:36 WIB
seorang pasangan buang bayi dalam tas dengan kondisi mulut dilakban.
seorang pasangan buang bayi dalam tas dengan kondisi mulut dilakban.

Jawa Pos Radar Lawu — Jagat media sosial, khususnya TikTok, tengah dihebohkan oleh video penemuan mayat bayi laki-laki di pinggir sawah wilayah Kampung Kalen Kupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat.

Video tersebut menampilkan suasana haru warga yang menemukan jasad bayi dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu malam (25/10/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.

Rekaman amatir berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan warga berkerumun di pinggir jalan sembari memperhatikan sebuah ransel berwarna gelap.

Ketika dibuka, di dalamnya ditemukan bayi yang masih bertali pusar dengan mulut dilakban dan tubuh membiru.

Video tersebut sontak menyebar cepat dan menjadi trending di TikTok, ditonton ratusan ribu kali hanya dalam beberapa jam.

“Ya Allah, tega banget,” tulis salah satu pengguna TikTok dalam kolom komentar yang kini dipenuhi ribuan ungkapan duka dan kemarahan.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan penemuan tersebut dan memastikan kasus ini kini dalam penanganan serius pihak kepolisian.

“Benar, ada penemuan mayat bayi laki-laki di daerah Tirtamulya. Kami sudah amankan barang bukti dan melakukan penyelidikan,” ujar Cep Wildan.

Polisi menduga bayi tersebut masih hidup saat dibuang oleh pelaku. Dugaan itu diperkuat hasil pemeriksaan medis sementara yang menunjukkan tidak ada tanda-tanda bayi sudah meninggal sebelum dibuang.

Beberapa hari setelah kejadian, polisi berhasil menangkap dua pelaku yang merupakan orang tua biologis bayi tersebut. Keduanya mengaku panik karena melahirkan tanpa ikatan pernikahan sah.

“Mereka mengaku menutup mulut bayi dengan lakban agar tidak menangis, lalu membuangnya karena takut ketahuan warga,” ujar Cep Wildan.

Polisi kini menahan keduanya untuk proses hukum lebih lanjut, dan menyebut kasus ini sebagai bentuk kejahatan terhadap anak yang sangat berat.

Unggahan-unggahan TikTok yang menampilkan momen penemuan bayi itu telah menjadi viral nasional.

Banyak pengguna menambahkan narasi sedih dengan lagu latar religius, mengubah video tersebut menjadi simbol keprihatinan publik terhadap kekerasan terhadap anak.

Komentar “Innalillahi, bayi ini malaikat tak berdosa” hingga “Semoga pelaku dapat hukuman setimpal” membanjiri kolom komentar di berbagai akun media.

Selain itu, tagar #Karawang #BayiDilakban #ViralDiTikTok sempat masuk daftar trending nasional selama lebih dari 24 jam.

Beberapa konten kreator bahkan membuat video edukasi tentang pentingnya dukungan sosial bagi ibu muda agar kasus serupa tak terulang.

Pihak Polres Karawang mengimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan video asli penemuan jasad bayi, karena mengandung unsur sensitif dan dapat mengganggu penyelidikan.

“Kami paham banyak yang simpati, tapi mohon jangan unggah ulang video aslinya. Cukup bantu sebarkan informasi yang positif,” ujar Wildan menegaskan. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa empati di dunia digital harus disertai dengan kesadaran etika dan hukum. (hamid-mg-uinpo/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#bayi dalam tas #Bojongsari #orang tua bunuh anak #bayi dilakban #karawang #kampung kalen kupu #viral #bayi dibuang