PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu – Publik masih heboh membahas pernikahan viral antara Tarman, warga Karanganyar, Jawa Tengah, dan Sella Arika Pacitan, gadis asal Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.
Pasalnya, dalam prosesi akad yang videonya beredar luas di media sosial, Tarman memberikan mahar berupa cek senilai Rp 3 miliar beserta seperangkat alat salat.
Nilai fantastis tersebut langsung memicu rasa penasaran dan perdebatan di kalangan warganet.
Keluarga Sella Arika Buka Suara
Kabar miring sempat beredar, termasuk isu bahwa kedua mempelai kabur usai acara. Namun, keluarga membantah tegas rumor tersebut.
Kana Kumalasari, ibu dari Sella Arika, menegaskan bahwa sang putri dan menantunya baik-baik saja.
“Kami sudah video call langsung dengan Sella dan Tarman. Mereka sedang berbulan madu di Purwantoro, Jawa Tengah,” ujarnya, Jumat (10/10).
Kana juga menjelaskan bahwa cek mahar Rp 3 miliar yang viral tersebut memang masih dalam proses pencairan, bukan sekadar simbol semata.
“Mungkin memang sedang proses pencairan. Yang penting itu sah dan niat baik,” ungkapnya.
Klarifikasi Soal Isu Negatif
Keluarga juga meminta masyarakat tidak menafsirkan berlebihan pernikahan ini. Menurut Kana, Tarman datang dengan niat tulus dan langsung melamar Sella sebulan setelah pertemuan pertama mereka.
“Kami tidak merasa dirugikan. Justru bangga karena anak kami menikah dengan orang yang mapan dan bertanggung jawab,” kata Kana menambahkan.
Ia juga memastikan bahwa segala proses pernikahan berjalan resmi, disaksikan keluarga dan tokoh masyarakat setempat.
“Tidak ada yang aneh, semua sesuai adat. Cuma memang mahar yang bikin viral,” ujarnya.
Viral di Media Sosial
Video pernikahan Tarman dan Sella Arika pertama kali diunggah ke media sosial beberapa hari lalu dan langsung menarik perhatian publik.
Banyak pengguna internet yang mempertanyakan keaslian cek bernilai miliaran rupiah tersebut, sementara sebagian lainnya menilai pernikahan itu sah-sah saja selama kedua pihak ridho.
Meskipun menimbulkan pro dan kontra, keluarga berharap publik fokus pada kebahagiaan pasangan baru itu. “Yang penting mereka sah dan memulai hidup baru dengan baik,” pungkas Kana. (hyo/kid)
Editor : Nur Wachid