Jawa Pos Radar Lawu – Di tengah ramainya pemberitaan soal penjarahan rumah Uya Kuya usai video joget viral, muncul satu dukungan tak terduga dari selebgram kontroversial Denise Chariesta.
Ia tidak hanya menyampaikan empati lewat kata-kata, tetapi juga mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk dukungan moral kepada Uya yang disebutnya sebagai korban hoaks.
Dalam sebuah wawancara, Denise menyebut bahwa video joget yang beredar di media sosial hanyalah hasil editan dan bukan diposting oleh Uya. Ia menilai publik terlalu mudah menghakimi tanpa verifikasi.
“Menurut gua cukup tragis banget ya. Dan menurut gua, Uya itu korban video hoaks yang beredar. Coba deh pikir, masa orang enggak tahu sih video yang beredar itu bukan dari akun dia?” kata Denise.
Rumah Dijahara, DPR Harusnya Bersuara
Denise juga menyentil keras pihak DPR yang dinilai terlalu pasif menyikapi kejadian ini.
Padahal, menurutnya, sebagai lembaga resmi negara, DPR seharusnya memberikan klarifikasi kepada publik untuk membela anggotanya yang tidak bersalah.
“Seharusnya DPR itu ikut menjelaskan ke publik, jangan malah diam saja. Ini bukan soal Uya sebagai artis, tapi soal keadilan. Kalau yang kayak gini didiamkan, nanti semua orang bisa jadi korban hoaks,” ucap Denise.
Uya Korban Fitnah, Bukan Koruptor
Ia menambahkan bahwa rumah mewah yang dijarah massa bukan hasil korupsi, melainkan jerih payah Uya selama belasan tahun bekerja di dunia hiburan sebelum menjadi anggota DPR.
Denise menyayangkan aksi penjarahan yang menurutnya sudah keluar dari konteks demonstrasi.
“Uya itu kan punya rumah itu sejak dia jadi artis, sebelum masuk DPR. Kerja belasan jam tiap hari. Bukan orang kaya, dia bangun semuanya dari bawah,” ujar Denise lagi.
Sindir Artis Lain yang Hanya Diam
Tidak hanya menyindir DPR, Denise juga mengkritik para artis yang dinilai memilih bungkam dalam kasus ini.
Menurutnya, banyak rekan artis yang justru menyebarkan informasi tidak relevan, seperti soal kondisi kucing peliharaan Uya.
“Yang menyedihkan itu, teman-teman artisnya malah ada yang ngomongin kucing. Katanya kurus-kurus, padahal kucing Uya ada juga yang sehat dan gendut. Kenapa malah bahas itu?” cetus Denise.
Pelajaran tentang Fitnah dan Reputasi
Menurut Denise, kasus ini menjadi pelajaran betapa bahayanya fitnah dan hoaks yang dipercaya mentah-mentah oleh masyarakat.
Ia sendiri sempat takut bersuara, tapi akhirnya memberanikan diri untuk meluruskan informasi demi keadilan.
“Fitnah itu kejam banget loh. Uya enggak pantas diperlakukan begitu. Dia orang yang banyak bantu orang juga. Kenapa malah jadi sasaran kebencian publik?” tegasnya. (kid)
Editor : Nur Wachid