Cek Wuku Kelahiran 1991, Wong Jowo Ojo Ilang Jawane

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi daftar wuku kelahiran tahun 1991 sesuai sistem penanggalan Jawa.
Ilustrasi daftar wuku kelahiran tahun 1991 sesuai sistem penanggalan Jawa.

Jawa Pos Radar Lawu - Jangan sampai wong Jowo ilang jawane. Ungkapan itu sering dikatakan orang tua kepada anak-anaknya, terutama masyarakat Jawa. Sebab, sudah banyak budaya yang tergerus kemajuan zaman.

Salah satu budaya yang terancam hilang adalah pawukon atau wuku. Yakni, sebuah istem penanggalan Jawa yang berbeda dengan kalender Masehi.

Sistem wuku menggunakan siklus tetap selama 210 hari yang terbagi menjadi 30 wuku. Masing-masing berlangsung selama tujuh hari.

Dalam tradisi Jawa, setiap orang punya satu wuku yang sesuai dengan hari kelahirannya. Namun, tidak banyak yang mengetahui apa wukunya. Bagi kelahiran 1991, berikut ini adalah daftar wuku yang berlangsung selama tahun tersebut.

1–5 Januari Maktal
6–12 Januari Wuye
13–19 Januari Manahil
20–26 Januari Prangbakat
27 Januari–2 Februari Bala
3–9 Februari Wugu
10–16 Februari Wayang
17–23 Februari Kulawu
24 Februari–2 Maret Dukut
3–9 Maret Watugunung
10–16 Maret Sinta
17–23 Maret Landhep
24–30 Maret Wukir
31 Maret–6 April Kurantil
7–13 April Tolu
14–20 April Gumbreg
21–27 April Wariga
28 April–4 Mei Warigagung
5–11 Mei Julungwangi
12–18 Mei Sungsang
19–25 Mei Galungan
26 Mei–1 Juni Kuningan
2–8 Juni Langkir
9–15 Juni Mandasiya
16–22 Juni Julungpujut
23–29 Juni Pahang
30 Juni–6 Juli Kuruwelut
7–13 Juli Marakeh
14–20 Juli Tambir
21–27 Juli Medangkungan
28 Juli–3 Agustus Maktal
4–10 Agustus Wuye
11–17 Agustus Manahil
18–24 Agustus Prangbakat
25–31 Agustus Bala
1–7 September Wugu
8–14 September Wayang
15–21 September Kulawu
22–28 September Dukut
29 September–5 Oktober Watugunung
6–12 Oktober Sinta
13–19 Oktober Landhep
20–26 Oktober Wukir
27 Oktober–2 November Kurantil
3–9 November Tolu
10–16 November Gumbreg
17–23 November Wariga
24–30 November Warigagung
1–7 Desember Julungwangi
8–14 Desember Sungsang
15–21 Desember Galungan
22–28 Desember Kuningan
29–31 Desember Langkir (berlanjut hingga awal 1992)

Setiap wuku dipercaya memiliki makna filosofis, simbol, serta gambaran karakter yang berbeda. Misalnya, Wuku Sinta melambangkan awal kehidupan dan kesetiaan. Wuku Landhep dikaitkan dengan kecerdasan dan ketajaman berpikir.

Sedangkan Wuku Wukir sering dihubungkan dengan kreativitas dan semangat membangun. Penafsiran tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipelajari hingga sekarang.

Bagi masyarakat modern, daftar wuku seperti ini tidak hanya berguna untuk mengetahui siklus kalender Jawa. Tetapi, juga menjadi referensi dalam mempelajari sejarah penanggalan Nusantara. Pun, memahami tradisi Primbon serta melestarikan salah satu kekayaan budaya Jawa. (den)

Editor : Deni Kurniawan
WUKU 1991 weton jawa budaya