Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

15 April 1912, Tenggelamnya Kapal Titanic di Samudra Atlantik

AA Arsyadani • Selasa, 15 April 2025 | 13:26 WIB
RMS Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara setelah menabrak gunung es.
RMS Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara setelah menabrak gunung es.

Jawa Pos Radar Lawu - Hari ini, 113 tahun lalu, tepatnya pada 15 April 1912, RMS Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara setelah menabrak gunung es.

Kejadian itu terjadi saat pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris, menuju New York City.

Sebanyak 1.514 orang meninggal dunia dalam tragedi ini.

Insiden itu menjadikannya salah satu bencana maritim paling mematikan sepanjang sejarah.

Titanic bukan kapal biasa.

Ia adalah simbol teknologi modern dan kemewahan kelas atas pada zamannya.

Titanic merupakan kapal penumpang terbesar di dunia kala itu.

Dibangun antara tahun 1909 hingga 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast.

Titanic adalah satu dari tiga kapal kelas Olympic yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran White Star Line.

Kapal itu dinakhodai Kapten Edward John Smith (27 Januari 1850-15 April 1912).

Dia merupakan petugas cadangan laur dan kapten kapal asal Inggris.

Patung untuk mengenangnya didirikan di Beacon Park, Lichfield, Inggris.

Titanic sanggup mengangkut hingga 2.224 penumpang.

Fasilitas di dalamnya luar biasa mewah.

Mulai dari kolam renang, ruang makan elegan, hingga kabin kelas satu yang menyerupai hotel bintang lima.

Meski dilengkapi teknologi canggih dan kompartemen kedap air, Titanic tetap tak mampu menghindari maut.

Pada malam 14 April 1912, kapal menabrak gunung es dan mulai karam.

Kurang dari tiga jam kemudian, Titanic tenggelam ke dasar lautan.

Tragisnya, jumlah sekoci yang tersedia tidak mencukupi seluruh penumpang.

Tragedi ini mengejutkan dunia dan memicu reformasi besar dalam keselamatan pelayaran internasional.

Pada 1914, Konvensi Internasional untuk Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) dibentuk.

Konvensi ini menetapkan standar baru, termasuk jumlah sekoci, pelatihan keselamatan, dan sistem komunikasi darurat di laut. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Samudera Atlantik Utara #Titanic #sejarah hari ini