Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenapa Hidup Begitu Sulit? Jawabannya Ada dalam Perdebatan Musa dan Adam Ini. Kisah Nabi yang Cocok Diresapi saat Ramadan

Deni Kurniawan • Jumat, 7 Maret 2025 | 04:50 WIB
Ilustrasi merenungi hidup manusia, kisah perdebatan Nabi Musa dan Adam.
Ilustrasi merenungi hidup manusia, kisah perdebatan Nabi Musa dan Adam.

JAWA POS RADAR LAWU - Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk merenungkan dan meresapi makna kehidupan, takdir, dan kehendak Allah.

Sebuah cerita Ramadan yang bisa menjadi bahan refleksi di Bulan Suci ini adalah pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Adam.

Yang mana, dua nabi tersebut berdiskusi tentang sebab manusia harus hidup dalam perjuangan di dunia. Ini selengkapnya tentang cerita Ramadan: Kisah Nabi Musa dan Adam dalam sebuah perdebatan tentang hidup manusia.

Pada suatu ketika, Nabi Musa ‘alaihissalam meminta izin kepada Allah untuk bertemu dengan Nabi Adam. Dalam pertemuan itu, Musa ingin menanyakan sesuatu yang selama ini membebaninya: Mengapa manusia harus keluar dari surga dan hidup dalam dunia yang penuh ujian.

Saat keduanya bertemu, Nabi Musa langsung mengajukan pertanyaan,

“Wahai Adam, engkau adalah nabi yang diciptakan langsung oleh Allah dengan tangan-Nya. Engkau juga ditiupkan ruh dari-Nya, disujudi oleh para malaikat, dan ditempatkan di surga-Nya. Namun, karena kesalahanmu, engkau mengeluarkan manusia dari surga dan membuat kami semua hidup dalam penderitaan di dunia.”

Musa menyampaikan keluh kesahnya dengan penuh emosi. Baginya, hidup di dunia sangat berat. Manusia harus berusaha keras untuk mendapatkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Bahkan, ia sendiri mengalami kesulitan besar dalam melawan Firaun, melarikan diri ke Madyan, menggembala kambing selama bertahun-tahun, dan menghadapi penolakan dari kaumnya.

Namun, Nabi Adam tidak tinggal diam. Dengan tenang, ia menjawab, “Wahai Musa, engkau adalah nabi yang dipilih Allah dengan risalah-Nya. Engkau diberi lembaran wahyu yang berisi penjelasan segala sesuatu. Katakan kepadaku, berapa lama sebelum aku diciptakan, Allah telah menulis Taurat?”

Musa menjawab, “Empat puluh tahun sebelum engkau diciptakan.”

Adam pun melanjutkan, “Apakah dalam Taurat itu engkau menemukan ayat yang menyebutkan, ‘Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia’? (Q.S. Thaha: 121)”

Musa mengangguk, “Benar.” Lalu, Adam berkata dengan tegas,“ Jika demikian, masihkah engkau menyalahkanku atas sesuatu yang telah ditetapkan Allah untuk aku perbuat, bahkan sebelum aku diciptakan?”

Musa terdiam. Ia tidak bisa membantah argumen Adam. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menegaskan bahwa Nabi Adam telah mengalahkan Nabi Musa dengan hujahnya.

Kisah ini menjadi bahan refleksi yang sangat cocok untuk direnungkan di bulan Ramadan. Saat berpuasa, kita sering dihadapkan pada ujian kesabaran, mulai dari menahan lapar, haus, emosi, hingga ujian kehidupan lainnya. Seperti Nabi Musa yang merasa berat menghadapi takdirnya, kita juga kerap bertanya, “Kenapa hidup begitu sulit?”

Jawaban Nabi Adam mengajarkan kita untuk menerima takdir Allah dengan lapang dada.

Ada hal-hal dalam hidup yang memang sudah ditentukan sejak lama, jauh sebelum kita lahir.

Ramadan mengajarkan kita untuk berserah diri, berusaha sebaik mungkin, dan tidak terus-menerus menyesali atau menyalahkan masa lalu.

Selain itu, kisah ini juga mengajarkan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan dunia. Nabi Musa mengeluh karena harus hidup dalam penderitaan, tetapi kenyataannya dunia memang tempat perjuangan. Dalam Q.S. Al-Balad ayat 4, Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam kepayahan."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa dunia bukan tempat bersantai, melainkan tempat bekerja dan berusaha. Oleh karena itu, Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih kesabaran dan memperkuat keyakinan kita kepada takdir Allah.

Pada akhirnya, kisah perdebatan antara Nabi Musa dan Nabi Adam bukan sekadar cerita sejarah, tetapi juga sebuah pelajaran mendalam tentang keimanan, kesabaran, dan penerimaan takdir yang sangat relevan untuk direnungkan saat Ramadan. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Hidup Manusia #kisah nabi #Adam #Musa #cerita ramadan